Home and Garden

Cara Merawat Tanaman Cabai Agar Berbuah Lebat - Pupuk dengan Micin dan Garam

Selain itu, garam dapat membantu menyuburkan tanaman secara alami tanpa bahan kimia yang bisa merusak tanah. Menggunakan pupuk garam ini juga dapat m

Editor: Suci Rahayu PK
PIXABAY/HANS LINDE
Ilustrasi tanaman cabai. 

TRIBUNJAMBI.COM - Untuk membuat tanaman cabai tumbuh dengan subur, Anda bisa menggunakan micin dan garam sebagai pupuknya.

Berbagai manfaat garam dapur dapat digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman karena di dalam garam memiliki kandungan natrium dan klor yang dapat memberikan unsur mikro.

Unsur mikro ini dapat dimanfaatkan oleh tanaman untuk tumbuh dengan subur.

Sedangkan NaCl dapat membantu menyuburkan tanah dengan mikroorganisme yang dimiliki oleh garam.

Selain itu, kandungan ini dapat membantu menyimpan air di dalam tanah saat musim kemarau berlangsung.

Selain itu, garam dapat membantu menyuburkan tanaman secara alami tanpa bahan kimia yang bisa merusak tanah.

Menggunakan pupuk garam ini juga dapat memperkuat daya tahan tanaman karena memiliki kandungan senyawa ionik.

Baca juga: Polisi Langsung Bersih-bersih Preman dan Bajing Loncat di Pelabuhan Setelah Dapat Instruksi Presiden

Baca juga: LINK Live Streaming EURO 2020 Malam Ini Ada Turki vs Italia, Prediksi Pertandingan 12 Juni 2021

Manfaat lainnya adalah dapat mencegah bunga rontok sebelum waktunya tiba, dan dapat membantu mencegah hama datang.

Pertumbuhan jamur dan bakteri berbahaya yang biasanya menyerang bagian akar tanaman juga bisa dicegah menggunakan pupuk garam dan micin ini.

Jika tanaman cabai Anda memiliki penyakit, atau cabainya keriting dapat menggunakan garam dan micin sebagai obatnya.

Selain itu, tanaman cabai yang diberikan pupuk garam dan micin ini memiliki buah yang lebih sehat dan rimbun.

Sesuaikan takaran

Untuk membuatnya, gunakan air kolam sebagai campuran ke dua bumbu dapur ini, karena air kolam ikan memiliki gizinya.

Pertama, isi wadah dengan air kolam ikan sebanyak tiga liter, kemudian masukkan tiga sendok garam dapur, dan tiga sendok micin.

Jika Anda ingin membuat campuran ini lebih sedikit, gunakan takaran yang sama, yakni 1 sendok micin dan garam untuk 1 liter air.

Yang harus diperhatikan adalah, sesuaikan dengan kebutuhan tanaman masing-masing, mulai dari usia tanaman, serta jenis tanamannya.

Khusus untuk tanaman cabai yang sudah mulai berbuah, berikan takaran tiga liter air, tiga sendok micin, dan tiga sendok garam.

Setelah itu, aduk hingga larut. Setelahnya, siramkan ke tanaman cabai sesuaikan dengan tanaman.

Petani cabai di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto sedang memanen cabai.
Petani cabai di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto sedang memanen cabai. (Surya.co.id/Mohammad Romadoni)

Cara Menanam Cabai

Berikut ini cara menanam cabai rawit bagi pemula, dikutip dari kanal YouTube Makmur Farm:

1. Sediakan tanah

Hal pertama yang perlu dilakukan dalam menanam cabai rawit adalah menyediakan tanah terlebih dahulu sebagai bahan media tanam.

2. Siapkan cabai rawit

Kemudian, siapkan bahan utamanya, yaitu cabai rawit.

Kupas cabai rawit tersebut dan ambil bijinya untuk nanti kamu taburkan ke tanah yang sudah disediakan.

3. Siapkan pot

Selanjutnya, siapkan pot tanaman untuk kamu letakkan tanah.

Ambil pot kecil dengan lubang drainase bagian bawah, tutup lubang dengan batu kecil, dan isi dengan campuran pot.

4. Siapkan tanah atau pupuk organik atau kompos

Siapkan 70 persen pupuk organik dan 30 persen tanah pasir, lalu campurkan.

Dalam campuran pot ini kamu akan memberikan tingkat perkecambahan 90 sampai 95 persen dengan mudah.

Masukkan campuran kompos dan tanah pasir ke dalam pot.

Ratakan campuran tanah dengan lembut menggunakan tangan untuk menghilangkan celah udara.

5. Siram menggunakan air dan masukkan biji cabai rawit

Setelah tanah kamu masukkan ke dalam pot secara merata, siram tanah tersebut dengan air agar tanahnya basah.

Taburkan biji cabai rawit secara merata pada permukaan tanah campuran di dalam pot dan pastikan biji tidak tumpang tindih.

Kemudian, tutupi lagi biji cabai rawit dengan lapisan tanah campuran yang sama, tutupi tipis saja.

6. Siram dan simpan

Biji cabai rawit yang telah ditanam di campuran tanah pada pot perlu kamu sirami air secara menyeluruh.

Kemudian, simpan pot di tempat teduh sebagian atau di bawah jaring net maupun di bawah sinar matahari tidak langsung selama 8-12 hari.

Biji cabai rawit akan mulai berkecambah setelah 8-12 hari.

7. Setelah daun tanaman cabai rawit mulai tumbuh sirami lagi

Saat daun tanaman cabai rawit mulai tumbuh, siramkan air menggunakan botol minum plastik yang tutup botolnya dilubangi.

Siramkan air secara perlahan dengan menjaga agar mulut botol penyiram sedekat mungkin dengan permukaan tanah.

8. Pindahkan tanaman cabai rawit setelah 25 hari

Ketika bibit tanaman cabai rawit memiliki 3-4 daun asli (setelah 25 hari) maka kamu dapat memindahkannya ke pot yang lain dengan media tanam baru agar cepat tumbuh.

Keluarkan bibit dengan hati-hati dengan menjaga bola akarnya utuh, menggunakan sekop atau alat berkebun lainnya.

9. Siapkan media tanam baru

Siapkan media tanam baru untuk tanaman cabai rawit, terdiri dari 50 persen tanah kebun, 30 persen kompos organik, dan 20 persen sabut kelapa atau gambut kelapa (cocopeat).

Masukkan campuran media tanam ini ke pot baru yang lebih besar.

10. Masukkan tanaman cabai rawit ke pot baru

Tanam banyak bibit dalam wadah atau pot besar untuk pertumbuhan yang lebih baik.

Untuk itu, gali lubang kecil di media tanam baru sedikit lebih panjang dari bola akar bibit dengan tanganmu.

Jaga jarak masing-masing bibit tanaman cabai rawit sekitar 6-7 inci untuk memberikan jarak pertumbuhan pada masing-masing tanaman.

Kemudian berikan lagi air sampai tanahnya basah untuk menghindari kejutan setelah pemindahan tanaman.

11. Biarkan selama 2-3 hari

Sekarang, selama 2-3 hari simpan pot di bawah sinar matahari tidak langsung dan siram dengan air hanya jika tanah bagian atas terasa kering untuk disentuh.

12. Setelah 3 hari potong daun tanaman cabai rawit

Cukup potong bagian atas daun untuk memaksa tanaman menghasilkan banyak batang samping.

Semakin banyak batang samping yang kamu miliki, semakin banyak cabai rawit yang akan dihasilkan oleh tanamanmu.

13. Rawat sampai 20 hari kemudian

Hanya dalam beberapa hari tanaman akan lebih lebat dan lebat.

Setiap tanaman memiliki lebih dari 10-12 batang samping.

14. Lakukan perawatan dengan rutin selama 143 hari lebih sampai tanaman cabai rawit berbuah

Baca juga: Prabowo Borong Kapal Perang Italia Rp 72 Triliun, Kecanggihannya Buat AS Ikut Kepincut

Baca juga: Nikmati Soremu Melihat Matahari Terbenam di Pinggir Sungai Batanghari, Tanggo Rajo Ancol

Cara perawatan:

Beri sinar matahari

Cabai adalah tanaman yang menyukai panas dan tumbuh dengan baik di daerah yang menerima banyak sinar matahari.

Waktunya, 5-6 jam sinar matahari setiap hari sangat penting untuk pertumbuhan tanaman cabai rawit yang lebih baik.

Pemupukan

Terus memberi makan tanaman cabai rawit dengan kompos organik (kompos vermik, dekomposisi, kotoran sapi, kotoran kuda, kompos daun, dll) setelah 18-20 hari.

Goyangkan tanaman

Cabai dapat diserbuki oleh lebah tetapi gagal melakukan penyerbukan sendiri.

Jadi, goyangkan bunga dengan lembut akan membantu memastikan buahnya terbentuk.

Kamu juga dapat menggandakannya dalam pot yang sama untuk itu.

Menyatukan 3-4 tanaman cabai menghasilkan produksi cabai yang lebih baik dan penurunan tunas yang lebih sedikit.

Cabut rumput yang ikut tumbuh di pot tananam

Hapus atau cabut rumput yang tidak diinginkan dari wadah karena cenderung mencuri ruang dan nutrisi penting dari tanah.

Jangan beri air berlebihan

Pengairan yang berlebihan dapat menyebabkan masalah besar dan mendorong munculnya berbagai hama, infeksi jamur dan penyakit serta masalah lain.

Siram tanaman cabai dengan air hanya jika tanah terasa kering untuk disentuh.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved