Kritikan Menohok PSI ke Menhan Prabowo, Minta Proyek Ambisius Rp1.750 Triliun Dihentikan

Kementerian Pertahanan berencana belanja Alat Pertahanan dan Keamanan (Alpahankam) senilai Rp 1.750 triliun.

Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Isyana Bagoes Oka bersama pengurus PSI lainnya mengadakan jumpa pers, di Jakarta, Selasa (11/10/2016). Jumpa pers terkait PSI menjadi satu-satunya partai yang lolos dalam verifikasi partai politik tahun 2016 yang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM. 

Kritikan Menohok PSI ke Menhan Prabowo, Minta Proyek Ambisius Rp1.750 Triliun Dihentikan

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kementerian Pertahanan yang dipimpin Prabowo Subianto berencana belanja Alat Pertahanan dan Keamanan (Alpahankam) senilai Rp 1.750 triliun.

Saat ini Rancangan Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Alpahankam sedang disusun oleh Kementerian Pertahanan

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Isyana Bagoes Oka menilai hal itu terlalu ambisius. 

"Rencana anggaran untuk belanja alutsista sejumlah Rp1.750 trilliun sepertinya terlalu bombastis dan cenderung tidak memperhatikan kondisi keuangan negara dan rakyat yang sedang kesulitan di masa pandemi ini," kata Isyana Bagoes Oka, kepada wartawan, Senin (7/6/2021).

"Meski pihak Kemenhan menyatakan ini dalam bentuk pinjaman luar negeri, tetap saja di masa pandemi ini mengambil utang untuk keperluan senjata dirasa tidak tepat dan tidak sesuai dengan kebutuhan nasional. Saat ini yang kita butuhkan adalah vaksin dan stimulan untuk UMKM agar roda ekonomi rakyat bisa bergerak,” imbuhnya.

Baca juga: Rencana Menhan Beli Alutsista Rp 1.750 Triliun Bocor, DPR Minta Prabowo Jelaskan

Baca juga: Jokowi Mau Tolong KPK Tapi Ditolak Partai dan DPR, Mahfud MD Sebut Banyak Koruptor Ketakutan

Baca juga: Banyak Nyawa Hilang Akibat Aksi Kejam KKB Papua, Bupati Puncak Gregetan Kini Ikut Turun Tangan

Isyana menambahkan dan membayangkan bahwa saat ini Tanah Air sedang menghadapi virus tapi kita justru berhutang untuk beli senjata. Dia pun mempertanyakan bagaimana rasionalisasi dari kebijakan ini.

PSI juga mengkritik transparansi rencana utang dan belanja alutsista oleh Kemenhan. Rakyat seharusnya bisa tahu mengenai hal tersebut.

"Kita itu sudah punya road map tentang Minimum Essential Force (MEF) kebutuhan alutsista nasional. Tiba-tiba muncul rencana utang ribuan triliun tanpa publik tahu akan beli senjata jenis apa, di mana dan bagaimana prosesnya? Kemenhan harus jelas apakah belanja itu sudah sesuai dengan road map MEF yang sudah dicanangkan. Supaya rakyat bisa kontrol," lanjut Isyana.

Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Isyana Bagoes Oka bersama pengurus PSI lainnya mengadakan jumpa pers, di Jakarta, Selasa (11/10/2016). Jumpa pers terkait PSI menjadi satu-satunya partai yang lolos dalam verifikasi partai politik tahun 2016 yang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM.
Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Isyana Bagoes Oka bersama pengurus PSI lainnya mengadakan jumpa pers, di Jakarta, Selasa (11/10/2016). Jumpa pers terkait PSI menjadi satu-satunya partai yang lolos dalam verifikasi partai politik tahun 2016 yang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Lebih lanjut, Isyana mengatakan PSI secara tegas menolak rancangan Perpres ini.

"PSI menolak rancangan Perpres Alpahankam ini, selain karena tidak sensitif di masa pandemi, dilakukan dengan menambah utang negara, juga karena prosesnya tidak transparan," tandas Isyana.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PSI: Hentikan Proyek Ambisius Kemenhan Terkait Alpahankam.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved