Pesan Menyentuh Soeharto Sebelum Wafat: Jangan Sedih, Setiap Manusia Akan Kembali Padanya
Begini pesan menyentuh Soeharto sebelum meninggal dunia pada anak-anaknya.
Air mata Tutut semakin tak bisa berhenti menetes. Ia hanya bisa terdiam takut.
Soeharto juga berpesan supaya tetap membantu masyarakat.
Tutut memeluk Soeharto erat-erat lalu mencium tangannya.
Karena Soeharto mengatakan lelah dan ingin istirahat, Tutut membetulkan posisi selimut ayahnya.
Dalam hati Tutut berdoa, "Ya Allah, beri saya kekuatan dan kemudahan untuk melaksanakan keinginan bapak, amin."
Sore harinya, kesehatan Soeharto semakin menurun.
Pada malam harinya, kondisi Soeharto belum juga membaik bahkan semakin menurun.
Ketika ditanya bagian mana yang sakit, Soeharto hanya menggelengkan kepala.
Jelang subuh , Tutut dan Mamiek dibangunkan dari tidurnya.
Suster mengatakan Soeharto dalam keadaan kritis.
Saat sampai di ruang rawat, Soeharto sudah ditemani Sigit.
Wajahnya tampak damai tidak terlihat tanda kesakitan. Matanya tertutup rapat.
Tutut memutuskan memanggil semua keluarga. Sesampainya di ruang rawat, satu per satu anggota keuarga mencium tangan Soeharto.
Anak-anak Soeharto membisikkan kalimat istigfar dan tasbih di telinga ayahnya.
Sampai ketika Soeharto menghembuskan napas terkahirnya, wajahnya tidak tampat rasa sakit.
BACA ARTIKEL LAINNYA TERKAIT SOEHARTO DI SINI
SUMBER ARTIKEL : TRIBUN CIREBON