Berita Nasional

Walau Sudah Dipecat KPK Terkait Kasus Suap, AKP Stepanus Robin Punya Kesempatan Aktif Lagi di Polri

Penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) AKP Stepanus Robin Pattuju sudah dipecat dari lembaga anti rasuah tersebut.

Editor: Rahimin
(Dhemas Reviyanto)
Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju digiring petugas untuk mengikuti konferensi pers usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Walau Sudah Dipecat KPK Terkait Kasus Suap, AKP Stepanus Robin Punya Kesempatan Aktif Lagi di Polri 

Walau Sudah Dipecat KPK Terkait Kasus Suap, AKP Stepanus Robin Punya Kesempatan Aktif Lagi di Polri

TRIBUNJAMBI.COM - Penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) AKP Stepanus Robin Pattuju sudah dipecat dari lembaga anti rasuah tersebut.

AKP Stepanus Robin Pattuju dipecat sebagai penyidik KPK karena terlibat kasus suap Wali Kota Tanjungbalai.

AKP Stepanus Robin Pattuju sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Walau sudah dipecati sebagai penyidik KPK, Polri membuka peluang menerima kembali AKP Stepanus Robin Pattuju sebagai anggota Polri aktif.

Untuk diketahui, AKP Stepanus Robin Pattuju dipecat secara tidak hormat sebagai penyidik KPK oleh Dewan Pengawas KPK usai terlibat kasus suap Rp 1,6 miliar.

Terkait hal ini, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan pihaknya akan memeriksa status keanggotaan AKP Stepanus Robin Pattuju .

Jika masih berstatus anggota aktif, maka AKP Stepanus Robin Pattuju akan kembali ke institusi Polri.

"Nanti kita cek dari dewas KPK, kalau memang yang bersangkutan masih bekerja di polisi ya tetap bekerja di polisi," kata Argo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (31/5/2021).

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu surat keputusan resmi dari Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

"Nanti kita lihat dulu suratnya, nanti akan ada tindak lanjut dari kepolisian," ujar dia.

Dewas KPK memutuskan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju diberhentikan tidak dengan hormat, karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik.

Dewas menganggap Robin telah menerima suap sekitar Rp 1,6 miliar.

"Menghukum terperiksa (Robin) dengan sanksi berat berupa diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai KPK," kata Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean di Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Senin (31/5/2021).

Suap itu diterima dari Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial untuk menutup pengusutan perkara korupsi dugaan jual beli jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai.

Saat AKP Stepanus Robin Pattuju menerima suap itu, kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai masih berstatus penyelidikan.

Baca juga: VIRAL Perempuan Ini Beli Drone Harganya Rp 55 Ribu, Ternyata Barang Yang Diterima Cuma Air Mineral

Baca juga: Pelajar STM Gantung Diri di Dapur Rumah Sembari Video Call Kekasihnya, Alasannya Cuma Hal Sepele

Baca juga: AKP Stepanus Robin Pattuju Akhirnya Diberhentikan Secara Tidak Hormat Sebagai Penyidik KPK

Dewas menilai AKP Stepanus Robin Pattuju melanggar Pasal 4 Ayat 2 Huruf a, b, dan c Peraturan Dewas KPK Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

 Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul AKP Stepanus Robin Berpeluang Kembali Aktif di Polri Usai Dipecat KPK Terkait Kasus Suap

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved