Berita Nasional
TERNYATA Ini Senjata KKB Papua yang Cukup Mematikan, Kecanggihan dari Steyr AUG Austria
Terbaru kelompok teroris KKB Papua justru malah menantang TNI dan Polri untuk berperang terbuka di wilayah yang mereka tentukan.
Senjata itu sudah teruji di berbagai konflik dunia dan menjadi senapan mesin andalah Blok Timur di masa lalu.
Meski hingga kini belum diketahui secara pasti, dari mana mereka KKB Papua mendapatkannya, namun diduga mereka mendapatkannya dari pemasok senjata illegal.
Baca juga: Cobain Pedasnya Bakso Aci Kahot Kota Jambi, Tempat Makan yang Tak Pernah Sepi
Baca juga: Iis Dahlia Melongo Saat Rizki DA Mau Lakukan Ini Bila Tes DNA Anak Nadya Bukan Darah Dagingnya
Baca juga: Cara Memanfaatkan Garam sebagai Pupuk Tanaman, Bermanfaat untuk Memperkuat Akar
4. Senapan Steyr AUG
Termasuk paling canggih diantara jenis senjata lainnya yang dipakai KKB.
Dalam beberapa kasus dan foto-foto yang tersebar di dunia maya, selain senjata api rakitan, Kelompok teroris ini juga memiliki Steyr AUG buatan Austria.
Diduga senjata api ini juga mereka rampas dari anggota Brimob Polri.
Namun kuat dugaan mereka juga membeli senjata api ini secara illegal.
Seperti diketahui, berdasarkan data dari Kompas.com, senjata api jenis ini digunakan oleh kelompok Sabinus Walker yang saat itu menembak mati seorang anggota Brimob pada 2015.
Jarak tembak yang mereka lakukan juga cukup jauh sesuai dengan spesifikasi dari Steyr AUG.
Sebab senjata api ini memiliki teleskop yang dapat digunakan untuk membidik dari jarak jauh.
Jarak efektif tembakan bisa mencapai 500 meter.
Bahkan, Senjata itu kerap digunakan Brimob dalam latihan tembak reaksi dan berbagai misi.
Adapun Bobot kosong senapan buatan Austria itu hanya 3,6 kilogram dengan tampilan yang ringkas.
Maka Tak heran, senapan Steyr AUG pun juga digunakan sebagai andalan banyak pasukan khusus di dunia seperti di Austria, Irlandia, Italia, Turki, hingga Australia dan Malaysia.
Senjata ini dianggap paling mematikan, sebab, dengan kecanggihannya dan teropong yang dimilik, seseorang bisa mengeksekusi korban dari jarak yang jauh dari atas bukit, pepohonan dan gedung-gedung tinggi, bahkan dari tempat intai yang tak diketahui, karena bisa menjangkau jrak tembak hingga 500 meter lebih.