Liputan Khusus
Kantor Cabang Pembantu Perbankan di Jambi Berkurang, CS dan Teller Dialihtugaskan
Tapi di sisi lain, kecanggihan layanan digital berdampak terhadap layanan manual perbankan, termasuk jumlah kantor cabang perbankan.
Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penggunaan layanan digital pada perbankan sedang tren, terutama saat pandemi Covid-19. Ini akan mempermudah masyarakat dalam bertransaksi.
Tapi di sisi lain, kecanggihan layanan digital berdampak terhadap layanan manual perbankan, termasuk jumlah kantor cabang perbankan.
Seperti yang terjadi di Jambi pada tahun ini, jumlah kantor perbankan berkurang.
Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi yang diterima Tribun Jambi pada Kamis (20/5), terjadi pengurangan jumlah kantor perbankan pada tahun ini dengan total bank 35.
Tercatat, kantor perbankan di Jambi yang berkurang pada kantor cabang pembantu.
Pada 2020, total kantor cabang pembantu terdapat 233, kemudian pada 2021 terdapat 225 kantor cabang pembantu.
Di Jambi, pada 2020, tercatat kantor pusat perbankan ada satu, kantor cabang ada 60, kantor fungsional 7 dan kantor kas 142.
Setahun kemudian, pada 2021, kantor pusat perbankan satu, kantor cabang 62, kantor fungsional sembilan, kantor kas 120, dan layanan syariah ada 159 kantor.
CS dan teller bank dialihtugaskan
Pemanfaatan digitalisasi membuat berbagai hal menjadi lebih mudah dan cepat, seperti layanan digital pada perbankan.
Satu di antara perbankan yang terus mengoptimalkan layanan digital, yaitu Bank Syariah Indonesia melalui BSI Mobile.
Ary Yusnairy Muslim, Area Manajer BSI Jambi, mengatakan layanan digital memang sedang meningkat saat ini.
Baca Berita Jambi lainnya
klik:
Baca juga: Kabar Gembira Bungo Pastikan Terima CPNS, 75 Persen Tenaga Medis
Baca juga: Buntut Pemberlakuan Biaya Tarik Tunai dan Cek Saldo, Bank BRI, BNI, BTN, Mandiri Dilaporkan ke KPPU
Baca juga: Modus Teller Bank Curi Uang Nasabah Rp 2,5 Miliar, Tak Setor Uang ke Bank hingga Curi Uang di ATM
Baca juga: Cara Pengajuan Pinjaman KUR Bank BRI
Menurutnya, layanan digital bukan membuat kualitas layanan menurun, melainkan kualitas layanan membuat layanan nasabah meningkat. Ini artinya, nasabah semakin nyaman bertransaksi.
“Layanan digital itu, tidak perlu datang ke bank, bisa langsung bertransaksi di rumah, tempat kerja, tanpa harus face to face ke kantor bank,” ujarnya, Kamis (20/5).
“Layanan digital di BSI Area Jambi mencapai 60 persen. Sisanya yang masih transaksi manual, umumnya berasal dari segmen pensiun,” tambahnya.
Saat ini, kata Ary, yang menurun adalah jumlah transaksi non-digital, yaitu layanan di counter teller dan CS. Kalau jumlah transaksi secara total, semakin meningkat pesat.
“Untuk petugas CS dan teller yang jumlah transaksinya menurun, kita arahkan untuk mengerjakan bidang tugas lain. Antara lain, ke bagian pemasaran atau bagian lainnya,” ungkapnya.
Saat ini, jumlah outlet BSI Area Jambi berjumlah 24 outlet.
“Sejauh ini, kami belum berencana untuk melakukan perombakan outlet, karena masih fokus pada migrasi nasabah pada bulan Juni ini,” pungkasnya. (cir)