Minggu, 26 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Selamat Hari Pentakosta

Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram Lembaga Alkitab Indonesia
Ilustrasi Pentakosta 

Selamat Hari Pentakosta

Bacaan ayat: Kisah Para Rasul 2:4 (TB) - "Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya".

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Ketika membaca Alkitab, banyak yang ragu: mengapa sulit untuk memahami maknanya?

Bagaimana saya bisa yakin bahwa yang saya pahami benar?

Beberapa orang tidak percaya diri dan takut salah, karena Iblis pun ternyata pernah mengutip ayat Alkitab untuk mencobai Yesus.

Alkitab tidak jatuh dari sorga. Alkitab adalah buku catatan kesaksian orang percaya pada masa lampau tentang perjumpaan mereka dengan Allah.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Hidup Oleh Roh Kudus

Lebih dari 40 orang, dalam kurun waktu 1600 tahun; dengan budaya, bahasa, konteks yang berbeda-beda, maka wajar jika kita membacanya hari ini yang terpaut rentang waktu yang jauh, akan mengalami kesulitan untuk memahami.

Bahkan kepribadian penulis memberikan warna yang dinamis dalam setiap kesaksiannya.

Mereka tidak sedang kerasukan, namun dengan kesadaran penuh dalam berfikir dan beride dengan mendapatkan inspirasi dan mendapat ilham dari Allah dalam karya Roh.

Disinilah kita boleh diyakinkan bahwa Roh Allah yang dahulu menuntun para penulis Alkitab, adalah Roh yang sama, yang akan menuntun kita hari ini untuk memahami maknanya.

Roh Allah atau Roh Kudus inilah yang menghubungkan maksud kekal Allah dalam setiap karya-Nya untuk dipahami manusia dari masa ke masa.

Iman Kristen adalah iman yang menyejarah. Iman tentang relasi manusia dengan Allah.

Alkitab menjadi dokumen tertulis tentang relasi tersebut. Itu artinya Alkitab yang kita imani sebagai Firman Allah adalah Firman yang hidup dan berkarya dalam sejarah kehidupan setiap orang.

Roh Kudus akan terus menghubungkan maknanya dari generasi ke generasi berikutnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved