Berita Nasional

Ganjar Pranowo Pilih Bersepeda saat tak Diundang PDIP, Puan Maharani Beri Sindiran Menohok

Tak diundang PDIP, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memilih main sepeda bersama rekan-rekannya sesama komunitas sepeda di Jakarta

Editor: Heri Prihartono
Kolase/Tribun Jambi
Ganjar Pranowo sedang tak romantis dengan PDIP 

TRIBUNJAMBI.COM - Tak diundang PDIP, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memilih main sepeda bersama rekan-rekannya sesama komunitas sepeda di Jakarta, Sabtu (23/5/2021).

Ganjar Pranowo jadi sorotan setelah tak diundang PDIP.

Ganjar Pranowo menyebut kegiatannya bersepeda saat menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan uji coba jalur sepeda di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu - Tanah Abang, Minggu (23/5/2021).

"Dari Dharmawangsa ke sini lah. Enggak mau puter aja, mau puter. Kemarin juga udah coba puter se-Jakarta," ungkap Ganjar.

Ganjar Pranowo memilih bersepeda di saat dilaksanakannya pengarahan Puan Maharani kepada seluruh kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Semarang, Jawa Tengah.

Ganjar tidak masuk dalam tamu yang diundang oleh PDIP. Hal itu terlihat dari tulisan yang tertera pada undangan 'Kecuali Gubernur'.

Puan kemudian melontarkan sindiran dengan mengatakan bahwa seorang pemimpin seharusnya berada di lapangan, bukan di sosial media.

Hal ini diduga sebagai bentuk sindiran kepada Ganjar Pranowo, yang belakangan aktif sebagai host di media sosial Youtube pribadinya.

Isu tak Harmonis

Hubungan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan PDI Perjuangan benarkah sedang tak harmonis?

Isu tak sedap ini berawal dari tidak diundangnya Gubernur Jawa Tengah itu dalam acara PDI Perjuangan (PDIP) di Panti Marhaen, Kantor DPD PDIP Jateng, Kota Semarang, Sabtu (22/5/2021) menjadi sorotan.

Sejatinya dalam acara itu, seluruh kepala daerah, baik bupati dan wali kota serta wakil, yang merupakan kader PDI Perjuangan se-Jawa Tengah hadir dalam acara pengarahan yang diberikan Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani.

Apalagi pengarahan itu dilakukan bertepatan pula dengan puncak rangkaian acara HUT ke-48 PDI Perjuangan.

Puan Maharani yang merupakan putri Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri ini turut memberi pengarahan kader untuk penguatan soliditas partai menuju Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Tidak cuma kader dari eksekutif, kader dari legislatif pun hingga struktur partai pun juga diundang.

Namun, dalam acara, tidak tampak Gubernur Jateng yang juga merupakan kader PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo.

Dalam undangan yang tersebar, tertulis pula susunan acara atau agenda antara lain arahan Puan Maharani kepada seluruh kader partai Jateng secara tatap muka yang diikuti: DPR RI Jateng, DPD Jateng, DPRD Provinsi Jateng, kepala daerah, dan wakil kader se-Jateng.

Dalam akhiran tulisan peserta tatap muka tersebut kemudian tertulis 'Kecuali Gubernur'.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Bambang Wuryanto pun membenarkan semua kepala daerah di Jateng dari PDI Perjuangan diundang, kecuali gubernur.

Ia pun juga mengungkapkan alasan tidak diundangnya orang nomor satu di Jateng tersebut.

"Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan atau kebablasan). Yen kowe pinter, ojo keminter," ujar Bambang Wuryanto, dalam pernyataan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (23/5/2021).

Menurutnya, DPD PDI Perjuangan Jateng berseberangan dengan sikap Ganjar Pranowo perihal soal langkah pencapresan di 2024.

Dia juga menyebut dengan terang-terangan, Ganjar terlalu berambisi maju dalam Pilpres 2024 sehingga meninggalkan norma kepartaian.

Karena perbedaan pendapat itu, Ganjar tak diundang dalam kegiatan tersebut.

Padahal semua kepala daerah dan wakilnya dari partai berlambang kepala banteng itu hadir secara langsung.

Di satu sisi, belum ada instruksi dari Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.

Baca juga: Korban Arisan Online Terus Bertambah, Polda Jambi Sudah Terima 168 Laporan

Baca juga: Cara Mudah Membersihkan Sisa Nasi di Panci Rice Cooker dengan Tisu Kompor

Baca juga: VIDEO Satu Keluarga Besar Jadi Korban Tenggelam Kapal KM Wicly, Niatnya Ingin Lebaran ke Dabok

Di sisi lain, itu tidak baik bagi keharmonisan partai yang wajib tegak lurus pada perintah Ketua Umum.

"Wis tak kode sik. Kok soyo mblandang, ya tak rodo atos (sudah saya kasih kode, tapi malah tambah kebablasan). Saya di-bully di medsos, ya bully saja. Saya tidak perlu jaga image saya,'' tegasnya.

Sementara, Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha dan Rumah Tangga Pimpinan Setda Provinsi Jateng, Hanung Cahyo menyatakan, ketidakhadiran gubernur karena tidak mendapatkan undangan.

"Sudah saya cek dan pastikan tidak ada undangan acara tersebut. Baik selaku gubernur maupun selaku kader partai," kata Hanung dalam pernyataan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Sabtu (22/5/2021).

Dalam rundown acara tertulis acara dibuka laporan Ketua Panitia, Agustina Wilujeng yang merupakan Bendahara DPD PDIP Jateng.

Kemudian sambutan Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto.

Arahan Puan Maharani menjadi acara inti ketiga.

Dalam pidatonya, Puan memberikan pesan kepada para kader untuk memenangkan Pemilu 2024 mendatang.

Menurut Puan, Jawa Tengah menjadi daerah suara terbanyak PDI Perjuangan.

Selain itu, ia juga meminta agar kepala daerah sering turun ke jalan, jangan hanya di media sosial.

Berita lainnya seputar Ganjar Pranowo

Berita lainnya seputar PDIP

SUMBER SEBAGIAN ARTIKEL : KOMPAS.TV DAN  TRIBUNNEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved