Setelah 11 Hari Perang, Ternyata Inilah Sosok Dibalik Gencatan Senjata Palestina dan Israel
Sedangkan jumlah korban tewas dari pihak Israel akibat serangan roket milisi Palestina dari Jalur Gaza tercatat sebanyak 12 orang.
TRIBUNJAMBI.COM - Sebelas hari gejolak perang antara pasukan Israel dan Hamas di Palestina.
Dilaporkan, jumlah penduduk di Jalur Gaza yang tewas dalam peperangan antara Israel dan kelompok Hamas Palestina yang berlangsung selama sebelas hari mencapai 232 orang, 65 di antaranya anak-anak.
Sementara penduduk Gaza yang luka-luka mencapai 1.900 orang.
Sedangkan jumlah korban tewas dari pihak Israel akibat serangan roket milisi Palestina dari Jalur Gaza tercatat sebanyak 12 orang.
Kendati begitu, setelah 11 perang dini kedua pihak sepakat gencatan senjata.
Dilansir dari AFP, Selasa, 18 Mei 2021, delegasi intelijen Mesir di wilayah Israel dan Palestina, telah mendukung Kairo sebagai perantara perdamaian.
Delegasi yang bekerja selama beberapa hari terakhir itu terdiri atas pejabat intelijen Mesir.
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi telah memerintahkan dua delegasi masing-masing dari Israel dan Gaza untuk bekerja demi menegakkan gencatan senjata.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, juru bicara sayap bersenjata Hamas Abu Ubaida mengatakan bahwa pihaknya dapat mempermalukan musuh.
"Dengan pertolongan Tuhan, kami dapat mempermalukan musuh, entitasnya yang rapuh, dan tentaranya yang buas," ujar Abu Ubaida.
Baca juga: CERITA Mahaguru Pelempar Pisau Kopassus, Jadi Candaan Rekan Karena Merusak Pohon Randu di Markas
Dia mengancam akan menembakkan roket Hamas yang akan mencapai seluruh Israel jika Israel melanggar gencatan senjata atau menghantam Gaza sebelum jam pelaksanaan.
Hanya saja, nama pejabat intelijen Mesir yang berhasil membujuk pihak Israel dan Hamas di Palestina, enggan disebutkan.
"Mereka merundingkan gencatan senjata," ucap Khaled Okasha, anggota Dewan Tertinggi Penanggulangan Terorisme Mesir.
Sementara itu, pengamat lainnya di New York mengatakan Mesir harus terlibat.
Israel telah memberlakukan blokade darat dan laut di Gaza sejak 2007, ketika Hamas menguasai wilayah miskin, rumah bagi sekitar dua juta warga Palestina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/warga-gaza-rayakan-kemenangan-pasca-genjatan-senjata-israel-palestina.jpg)