Terima Rp 476 Miliar, Warga Takalar Jadi Kaya Mendadak dan Bakal Dapat Ratusan Miliar Lagi
Warga kampung di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan kaya mendadak setelah mendapat uang ratusan miliar dari pemerintah.
Terima Rp 476 Miliar Bikin Warga Takalar Kaya Mendadak, Bakal Dapat Ratusan Miliar Lagi
TRIBUNJAMBI.COM - Warga Desa Kalekomara Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan kaya mendadak setelah mendapat uang ratusan miliar dari pemerintah.
Warga di Kabupaten Takalar kayak mendadak setelah menerima uang ganti rugi atas proyek bendungan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Warga di Kabupaten Takalar ini terus menjadi buah bibir masyarakat.
Sebab, usai menerima ratusan miliar, warga langsung memborong mobil mewah dan ratusan unit sepeda motor.
Badan Pertanahan Nasional (BPN) sudah mengucurkan uang ratusan miliar rupiah kepada warga dan akan kembali menggelontorkan ratusan miliar lainnya untuk tahap pembayaran selanjutnya.
Warga Desa Kalekomara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar kini dipenuhi dengan alat transportasi serba baru yang sifatnya konsuntif.
Ada mobil mewah hingga ratusan unit sepeda motor.
Kompas.com menemukan fakta warga setempat akan kembali menerima ratusan miliar rupiah pada tahap lanjutan pembayaran ganti rugi lahan proyek Bendungan Pammukulu.
Hal ini dikatakan Kepala BPN Kabupaten Takalar Muhammad Naim, saat ditemui Kompas.com, Kamis (20/5/2021).
• Warga Sekampung di Takalar Kaya Mendadak Hasil Proyek Bendungan, Beli Mobil Hingga Ratusan Motor
• Ditembak 10 Kali Sopir Taksi Tetap Berani Lawan 4 Begal, Pelaku Ketakutan dan Kabur ke Dalam Hutan
Baca juga: Pembunuh Laudya Chintya Bella Ditangkap, Sebelum Dihabisi Korban Diperkosa Dua Pelaku
Pihak BPN telah mencairkan uang sebanyak Rp 476 miliar kepada warga untuk tahap kedua pembayaran ganti rugi lahan dan masih menunggu pencairan ratusan miliar lainnya untuk pembayaran tahap ketiga.
"Sekarang ini telah memasuki pembayaran tahap kedua dengan jumlah total Rp 476 miliar kepada 444 orang warga dan pembayaran tahap ketiga akan menyusul," kata Muhammad Naim ditemui Kompas.com di kantornya.

Proyek pembangunan Bendungan Pammukulu sendiri akan membebaskan lahan seluas 593 hektar dan telah membebaskan lahan seluas 269 hektar.
"Yang telah kami bebaskan sudah 269 hektar dan sisanya akan menyusul pada pembayaran tahap ketiga," jelasnya.
Jumlah uang warga yang menerima pembebasan lahan bervariasi, mulai dari Rp 400 juta hingga Rp 5 miliar per orang.