Tak Wajib Sholat dan Rambut Harus Dicat Merah, Dugaan Aliran Sesat Bikin Warga Cianjur Heboh
Kepala Desa Bojong Uyeng Handoko telah mendapat informasi beberapa warga sudah ikut pengaruh DJ.
Kepala desa mengatakan, musyawarah akan dilakukan oleh tim yang terdiri dari empat orang.
Kepala desa menyebut ada masyarakat yang ikut sekitar tujuh orang warga sekitar namun mereka sudah di-Islamkan lagi dengan mengucap syahadat.
"Ciri-ciri eksklusif mereka memiliki rambut merah, yang ikut baru kerabat dekat," katanya.
Kepala desa menyebut DJ selalu bilang jika salat cukup niat gerakan hanya olahraga, lalu salat Jumat cukup diam di tempat yang sepi bersemedi.
DJ mengaku mendapat ilmu aliran tersebut dari seorang berinisial R di Kecamatan Sukaluyu.
SUMBER: Tribun Sumsel
Baca juga: Data 279 Juta Penduduk Indonesia Bocor dan Dijual Bebas dari NIK, HP, E-mail, Alamat, hingga Gaji?
Baca juga: Ini Alat Canggih Identifikasi Milik Polresta Jambi yang Ungkap Data Napi Lapas yang Kabur