Breaking News:

Berita Sarolangun

Lapas Sarolangun Komitmen Jalankan Disiplin Protokol Kesehatan di Lingkungan Kerja

Menanggapi itu, Kepala lembaga pemasyarakatan Klas llB Sarolangun, Irwan memastikan kesiapan dan komitmen dalam penekanan yang dianjurkan oleh Menkumh

Tribunjambi/Rifani
Lapas Sarolangun Komitmen Jalankan Disiplin Protokol Kesehatan di Lingkungan Kerja 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Memasuki hari pertama kerja pasca libur lebaran di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM, Menkumham Yasonna H Laoly mengajak segenap jajaran untuk tetap sigap bekerja dan tidak lengah dalam penerapan protokol kesehatan (Prokes) dilingkungan kerja.

Menanggapi itu, Kepala Lapas Klas llB Sarolangun, Irwan memastikan kesiapan dan komitmen dalam penekanan yang dianjurkan oleh Menkumham tersebut.

"Kita siap untuk menjalankan itu," kata Irwan, Senin (18/5/2021) malam seusai rapat virtual.

Dalam amanat yang disampaikan Menkumham, Yasonna menegaskan kewajiban penerapan prokes sesuai dengan situasi pandemi Covid-19 yang belum usai. Terutama pasca perayaan Idul Fitri dan kenaikan Isa Al-Masih.

Berkaca dari situasi global, banyak negara telah memasuki pandemi fase kedua bahkan ketiga. Serta banyak varian mutasi baru Covid-19.

"Oleh karena itu, penerapan protokol kesehatan di lingkup kerja Kemenkumham dinilai sangat penting," katanya.

Untuk dibidang imigrasi, Yasonna berharap setiap pegawai di perlintasan darat, laut, maupun udara. Harus tetap meningkatkan perlindungan diri serta memiliki prosedur tetap dalam pelayanan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang masuk dan keluar Indonesia.

Saat ini terjadi peningkatan angka positif Covid-19 di Malaysia yang signifikan. Menurut Yasonna, pekerja migran Indonesia banyak yang berpotensi untuk pulang. Untuk itu, protokol kesehatan di perlintasan harus dilaksanakan dengan baik.

“WNI dan WNA yang masuk ke Indonesia melalui TPI di bandara, pelabuhan laut, kita jaga bersama-sama agar mematuhi protokol Covid-19,” kata Menkumham.

Sedangkan dibidang pemasyarakatan, kondisi over crowded dan kunjungan keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam rangka hari raya Idul Fitri perlu diperhatikan adengan serius. Untuk memutus penyebaran Covid-19 di Lembaga Pemasyarakatan/Rumah Tahanan, kunjuang fisik telah diganti dengan kunjungan virtual yang difasilitasi oleh petugas Lapas/Rutan.

Yasonna berharap Direktorat Jenderal Pemasyarakatan meningkatkan pengawasan dan respon cepat jika terdeteksi kasus Covid-19 di Lapas/Rutan. Dalam pelaksanaan kegiatan di kantor, peraturan kehadiran harus dipatuhi khususnya pada wilayah-wilayah dengan status zona merah Covid-19.

Yasonna menghimbau pegawai Kemenkumham untuk mencegah munculnya cluster perkantoran. Selain itu, Yasonna menuntut kesigapan segenap jajaran Kemenkumham untuk melakukan percepatan pelaksanaan target kinerja dan anggaran.

Pelayanan publik yang prima, penyerapan anggaran, serta predikat Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) harus menjadi tujuan segenap insan pengayoman.

“Pandemi Covid-19 tidak menjadi alasan untuk tidak berkinerja. Sejak tahun 2020 kita telah berhasil melaksanakan pekerjaan di tengah pandemi. Kemenkumham pasti maju, pasti WTP, pasti WBK/WBBM,” ujar Yasonna di aula Graha Pengayoman gedung Sekretariat Jenderal.

Baca juga: APD untuk PSU Pilgub Jambi Belum Tiba di Jambi, Ini Alasannya

Baca juga: Bacakan Replik Perkara Penyalahgunaan Klaim Asuransi di Batanghari, Jaksa Tetap pada Tuntutan

Baca juga: Trailer Ikatan Cinta Malam Ini - Andin Makin Manja pada Al, Ricky Masih Hidup

Penulis: Rifani Halim
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved