Breaking News:

Kisah Inspiratif

Hasilkan Karya Seni Berkualitas dari Barang Bekas, Tamsil Warga Kota Jambi Dibayar Seikhlasnya

Ucapan bapak satu anak ini memang dipegang teguh saat dia masih menempuh perkuliahan di tanah sriwijaya palembang  beberapa tahun yang lalu.

(Tribunjambi.com / M Yon Rinaldi ).
Peduli Dengan Kerusakan Lingkungan, Tamsil Hasilkan Miniatur Landmark Kota Jambi Dari Bahan Bekas 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – “Karya seni itu tidak bisa dihargai dengan uang,” Ujar Tamsil di saat berdiskusi dengan Tribunjambi.com beberapa hari yang lalu.

Ucapan bapak satu anak ini memang dipegang teguh saat dia masih menempuh perkuliahan di tanah sriwijaya palembang  beberapa tahun yang lalu.

Warga seberang Kota Jambi yang mem biaya perkuliahanya dari melukis kaca ini tidak pernah menentukan harga untuk setiap karya yang dia buat.

Dia hanya hanya memberitahukan modelnya saja dan keuntungan yang dia dapat tergantung dari keikhlasan konsumenya tersebut.

Pria yang dibesarkan dengan pendidikan agama yang kuat ini secara tidak langsung mempraktekan cara berdagang Nabi Muhammad SAW.

Tamsil menceritakan disaat masih kuliah dulu, dia sering membuka lapak di simpang lampu merah yang ada di Kota Palembang.

“Dari hasil berjualan lukisan di atas kaca itulah saya membiayai kulia dan kebutuhan sehari-hari,” Ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Saat ini, walaupun sudah bekerja di perusahaan. jiwa seni Tamsil masih belum pudar, namun kali ini tidak hanya sekedar mencari uang saja, tapi lebih ke lingkungan.

Karya-karya yang di hasilkan Tamsil saat ini lahir dari keprihatinan terhadap lingkungan. Khususnya sampah yang tidak bisa diurai oleh tanah seperti plastik.

Di tangan Tamsil limbah tersebut di olahnya menjadi berbagai kerajinan tangan yang layak jual. Seperti berbagai botol plastik bekas minuman ringan yang diubahnya menjadi berbagai kembang plastik.

Sementara itu limbah paralon berhasil diubahnya menjadi berbagai Landmark Kota Jambi. setidaknya Tugu Keris dan Gentala Arasy telah dia buat dari bahan bekas.

Walaupun telah berkeluarga dan kebutuhan semakin meningkat, namun Tamsil tidak pernah merubah caranya dalam berdagang.

Setiap konsumen yang membeli produknya hanya di beritahukannya modalnya dan lama pengerjaanya. Untuk keuntungan masih sama, sesuai dengan keikhlasan konsumen.

Tak jarang, konsumen membeli berbagai bahan dasar untuk dikerjakan oleh Tamsil. ( Tribunjambi.com / M Yon Rinaldi ).

Baca juga: Kejari Batanghari Cek Kehadiran Para Pegawai Pascalibur Lebaran, Gelar Apel Pagi

Baca juga: Masih Lakukan Penyekatan Hingga 24 Mei, Polres Tanjabbar Terapkan Rapid Antigen Random ke Pejalan

Baca juga: Detik-Detik Ketakutannya Kru Berita APTN Sebelum Dihantam Rudal Israel, Ramai-ramai Melarikan Diri

Penulis: M Yon Rinaldi
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved