Kamis, 30 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Jaminan Keselamatan Dalam Yesus Kristus

Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan — yaitu kamu sendiri —, namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi Yesus 

Jaminan Keselamatan Dalam Yesus Kristus

Bacaan ayat: Kisah Para Rasul 4:11-12 (TB) - "Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan — yaitu kamu sendiri —, namun ia telah menjadi batu penjuru.
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Seorang sahabat datang berkunjung ke rumah sahabatnya di kota lain yang belum pernah dikenalnya.

Sebagai orang baru yang belum pernah berkunjung ke kota tersebut, sahabat yang baik hati menawarkan dua alternatif untuk bisa menemukan rumahnya.

Alternatif pertama, sang sahabat menawarkan sebuah peta perjalanan.

Diperlengkapi dengan petunjuk arah dan semua nama jalan, ia berharap sahabatnya dapat menemukan rumahnya yang berada didaerah yang cukup sulit untuk ditemukan.

Alternatif kedua, sang sahabat meminta sahabatnya untuk turun dari angkutan umum yang dia naiki.

Dan dia berjanji akan menjemputnya. Dengan cepat sahabatnya merespon, "Aku pilih alternatif kedua: dijemput.. "

"Mengapa? Bukankah engkau cerdas? Peta rasanya cukup menolongmu untuk menemukan rumahku!", kata sang sahabat.

" Karena jika engkau menjemput, aku pasti sampai rumahmu!".

Siapa yang dapat memberikan jaminan bahwa ketika saatnya seseorang dipanggil Tuhan, ia akan sampai kepada Sorga yang hendak ditujunya?

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Pergi Untuk Kembali

Dapatkah kebaikan, amal, ibadah dan lain-lain memberikan jaminan bahwa seseorang akan sampai ke sorga?

Jika bisa, seberapa banyak amal kebaikan yang harus dikumpulkan untuk bisa memberikan jaminan sorga bagi yang melakukannya?

Yesaya memberikan kesaksian bahwa 'kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.'

Kesalehan hidup hanyalah seperti kain kotor ketika diperhadapkan pada kekudusan dan kesucian Tuhan, Sang Pencipta langit dan bumi.

Kesalehan hidup tidak pernah bisa memberikan jaminan bahwa Tuhan akan berkenan kepadanya.

'Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,' demikian Rasul Paulus tegaskan dalam suratnya kepada jemaat di Roma. Upaya apapun dari manusia untuk membebaskan diri dari dosa, faktanya tidak pernah berhasil.

Karena 'Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.', demikian kesaksian Pemazmur.

Maka sudah sewajarnya jika kecenderungan manusia untuk berbuat dosa itu lebih kuat.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Rancanganmu Bukan Rancangan-Ku

Manusia dikuasai dosa dan menjadi hamba dosa, maka apapun yang dilakukannya cenderung mengarah pada dosa.

Untuk bebas dari dosa dan memberikan jaminan keselamatan, manusia memerlukan pihak lain, yaitu seseorang manusia yang tidak berdosa.

Manusia yang dilahirkan bukan karena keinginan seorang laki-laki dan perempuan, tidak lahir dalam dosa, yaitu manusia suci, tak bercacat dan tak bercela dihadapan kesucian Allah.

Dalam hal inilah, Allah berkenan berinisiatif menyelamatkan dengan jalan menjadi manusia lahir sebagai manusia seutuhnya, tanpa kehilangan identitas diri-Nya sebagai Allah yang suci, dengan nama manusiawi-Nya yaitu Yesus; manusia suci, yang dapat memenuhi standar kesucian Allah. Manusia seutuhnya dan Allah seutuhnya.

Dialah yang dikotbahkan Petrus kepada banyak orang dalam sidang yang dihadiri oleh Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar.

Dengan yakin dan lantang Petrus menyatakan bahwa hanya dalam nama Yesus keselamatan itu ada untuk manusia.

Bahwa hanya Yesus yang bisa memberikan jaminan keselamatan menuju sorga, karena Dia berasal dari sorga, turun kedalam dunia untuk menebus manusia berdosa dan membawanya ke sorga dalam kehidupan kekal.

Bagi para pendengarnya, pernyataan Petrus dan Yohanes yang penuh keberanian, terasa tidak masuk akal, mengingat mereka bukan orang terdidik dan terpelajar.

Mereka hanya dikenal sebagai pengikut Yesus, yang kelak di kemudian hari di kota Antiokhia disebut sebagai orang Kristen.

Dengan bukti orang lumpuh yang sembuh dan bisa berjalan (padahal usianya sudah lebih dari empat puluh tahun), menjadi bukti yang tidak bisa disangkal bahwa Allah menyertai kesaksian mereka.

Pada akhirnya, setiap orang bebas dan berhak untuk memilih: percaya atau tidak percaya.

Percaya, maka akan memperoleh jaminan keselamatan; tidak percaya, tidak akan pernah mengubah bahwa karya Allah yang menyelamatkan sungguh-sungguh terjadi dalam Yesus Kristus.

Penolakan manusia tidak akan membatalkan janji jaminan keselamatan yang diberikan Allah dalam Yesus Kristus.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Rancanganmu Bukan Rancangan-Ku

Hanya 'penduduk' sorga yang tahu jalan kesana. Hanya 'penghuni' sorga yang bisa memberi jaminan dan tahu jalan kesana.

Dia telah datang duaribu tahun lalu, menyatakan diri dengan menjadi manusia dalam upaya 'menjemput' manusia untuk memperoleh hidup kekal.

Sahabat yang baik akan menawarkan jemputan, agar sahabat-Nya dapat sampai ke rumah-Nya.

Bukankah Yesus pernah berkata, "Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu." Pilihlah untuk percaya. Amin

Bacaan Renungan Kristen Lainnya

Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved