Rabu, 22 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Jaminan Keselamatan Dalam Yesus Kristus

Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan — yaitu kamu sendiri —, namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi Yesus 

Kesalehan hidup hanyalah seperti kain kotor ketika diperhadapkan pada kekudusan dan kesucian Tuhan, Sang Pencipta langit dan bumi.

Kesalehan hidup tidak pernah bisa memberikan jaminan bahwa Tuhan akan berkenan kepadanya.

'Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,' demikian Rasul Paulus tegaskan dalam suratnya kepada jemaat di Roma. Upaya apapun dari manusia untuk membebaskan diri dari dosa, faktanya tidak pernah berhasil.

Karena 'Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.', demikian kesaksian Pemazmur.

Maka sudah sewajarnya jika kecenderungan manusia untuk berbuat dosa itu lebih kuat.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Rancanganmu Bukan Rancangan-Ku

Manusia dikuasai dosa dan menjadi hamba dosa, maka apapun yang dilakukannya cenderung mengarah pada dosa.

Untuk bebas dari dosa dan memberikan jaminan keselamatan, manusia memerlukan pihak lain, yaitu seseorang manusia yang tidak berdosa.

Manusia yang dilahirkan bukan karena keinginan seorang laki-laki dan perempuan, tidak lahir dalam dosa, yaitu manusia suci, tak bercacat dan tak bercela dihadapan kesucian Allah.

Dalam hal inilah, Allah berkenan berinisiatif menyelamatkan dengan jalan menjadi manusia lahir sebagai manusia seutuhnya, tanpa kehilangan identitas diri-Nya sebagai Allah yang suci, dengan nama manusiawi-Nya yaitu Yesus; manusia suci, yang dapat memenuhi standar kesucian Allah. Manusia seutuhnya dan Allah seutuhnya.

Dialah yang dikotbahkan Petrus kepada banyak orang dalam sidang yang dihadiri oleh Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar.

Dengan yakin dan lantang Petrus menyatakan bahwa hanya dalam nama Yesus keselamatan itu ada untuk manusia.

Bahwa hanya Yesus yang bisa memberikan jaminan keselamatan menuju sorga, karena Dia berasal dari sorga, turun kedalam dunia untuk menebus manusia berdosa dan membawanya ke sorga dalam kehidupan kekal.

Bagi para pendengarnya, pernyataan Petrus dan Yohanes yang penuh keberanian, terasa tidak masuk akal, mengingat mereka bukan orang terdidik dan terpelajar.

Mereka hanya dikenal sebagai pengikut Yesus, yang kelak di kemudian hari di kota Antiokhia disebut sebagai orang Kristen.

Dengan bukti orang lumpuh yang sembuh dan bisa berjalan (padahal usianya sudah lebih dari empat puluh tahun), menjadi bukti yang tidak bisa disangkal bahwa Allah menyertai kesaksian mereka.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved