Berita Nasional
Indah Daniarti Tewas Usai Dibakar Pacar, Orangtua Korban Akui Tertipu dengan Gelagat Baik Pelaku
Sempat mengalami kritis karena luka bakar capai 60 persen, hidup Indah Diani atau Indah Daniarti, gadis asal Cianjur kini berakhir duka.
Kabar duka ini sudah beredar di media sosial. Akun Instagram @visitcianjur membagikan video suasana duka dekat mobil jenazah.
Pada caption-nya, dijelaskan pula bahwa jenazah Indah dibawa ke rumah duka di Cianjur.
"Innalillahi wainailahi rajiun. Setelah seminggu berjuang, ananda Indah Daniarti, gadis yang dibakar oleh mantan kekasihnya, telah menghembuskan nafas terakhirnya tadi malam di RSHS Bandung, saat ini jenazah telah diantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya di Cidaun, Cianjur Selatan".
Lalu, bagaimana dengan pelaku yang membakar korban?
Berdasarkan laporan wartawan Tribunjabar.id dari Kota Bandung, polisi sudah menangkap pelaku pembakaran Indah Diani.
Waktu penangkapan sama seperti waktu meninggalnya korban yaitu tadi malam.
"Sudah ditangkap tadi malam. Untuk detailnya nanti oleh Polres Cianjur," ujar Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes CH Patoppoi, Selasa (11/5/2021).
Pelaku ditangkap di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung.
Pembakar Indah Diani ini merupakan warga Kampung Kertajadi, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Cianjur.
Perbuatan pelaku berinisial DD atau DB ini membuat ayah korban merasa sangat tertipu.
Ia tak menyangka pria yang mendekati putrinya itu berani mencelakai putrinya hingga tewas.
"Saya tertipu pak, ternyata laki-laki yang mendekati putri saya itu berhati iblis," kata Iyus.
Ayah Indah merasa sangat tertipu karena sikap pelaku yang selalu manis dan sopan saat berkunjung ke rumahnya.

Baca juga: Beredar SK Penonaktifan 75 Pegawai KPK, Novel Baswedan: Kami Akan Melawan
Baca juga: Naskah Khutbah Idul Fitri Bertema Silaturahmi di Tengah Pandemi Covid-19
Baca juga: Ini 5 Daftar Bank yang Buka dan Tutup Selama Libur Lebaran 2021 Layanan Terbatas Ada
Iyus pun menceritakan, bagaimana gelagat manis dari pelaku saat bertemu dengannya sebelumnya.
Ia menyebut, pelaku sangat santun dalam berbicara hingga kerap mencium tangan ketika hendak berpamitan.