Breaking News:

TERBONGKAR Peredaran Rapid Test Antigen Ilegal Omzet Rp2,8 Miliar, Pelaku Sudah Beroperasi 5 Bulan

Rapid test antigen tanpa izin edar merebak di pasaran, dan pelaku meraup omzet hingga Rp2,8 miliar.

Tribun Jateng
Rapid Test Antigen Ilegal - Peredaran rapid test antigen ilegal berhasil diungkap Polda Jateng. Rapid test ilegal dipasarkan ke rumah sakit maupun klinik. 

TRIBUNJAMBI.COM, SEMARANG - Rapid test antigen tanpa izin edar merebak di pasaran, dan pelaku meraup omzet hingga Rp2,8 miliar.

Peredaran rapid test antigen ilegal sudah berlangsung lima bulan ini di kawasan Jawa Tengah.

Peredaran barang ilegal tersebut berhasil diungkap Polda Jateng, dalam hal ini Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jateng.

Rapid test ilegal dipasarkan ke rumah sakit maupun klinik.

Pelaku, SPM (34), berhasil diamankan polisi dengan barang bukti ratusan rapid tes antigen ilegal.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat.

Ditengarai ada rapid tes antigen tanpa surat izin edar yang terpantau pada 27 Januari 2021.

Akhirnya, setidaknya ada sekitar 450 pack rapid test antigen yang diamankan polisi.

"Pelaku berharap mendapat keuntungan yang besar. Dalam kurun waktu lima bulan Rp2,8 miliar," ujarnya, Rabu (5/5/2021).

Menurutnya, rapid test antigen tersebut harganya lebih murah jika dibandingkan yang telah memiliki surat izin edar.

Halaman
123
Editor: Sulistiono
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved