Berita Nasional
Setelah Ringkus Munarman Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 3 Mantan Petinggi FPI Termasuk Panglima
Usai melakukan penangkapan terhadap Munarman, eks Sekretaris Umum DPP FPI, Densus 88 Antiteror Polri terus melakukan pengembangan.
Setelah Munarman, Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 3 Mantan Petinggi FPI Termasuk Panglima
TRIBUNJAMBI.COM - Usai melakukan penangkapan terhadap Munarman, eks Sekretaris Umum DPP FPI, Densus 88 Antiteror Polri terus melakukan pengembangan.
Terbaru, Densus 88 Antiteror Polri menangkap tiga mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) di Makassar, Sulawesi Selatan.
Penangkapan ketiga mantan petinggi FPI ini diduga terkait dengan kasus yang menjerat Munarman.
Mereka yang ditangkap berinisial AR, MU, dan AS. Ketiganya ditangkap di rumahnya masing-masing.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes E Zulpan mengiyakan penangkapan yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri itu.
"Ya, ada tiga (eks) petinggi FPI yang ditangkap di Makassar," katanya, Selasa (4/5/2021) dilansir dari kompas.tv.
Menurut Kombes E Zulpan, penangkapan terhadap ketiga mantan petinggi FPI itu diduga ada keterlibatan dengan kasus yang menjerat Munarman.
Saat ini, semuanya masih menjalani proses pemeriksaan. "Mereka punya jabatan strategis (di FPI), infonya ada panglima dan bahkan ketua. Terkait pengembangan kasus Munarman," ujarnya.
Namun, Kombes E Zulpan belum merinci lebih jauh ihwal keterlibatan ketiga mantan petinggi FPI yang ditangkap tersebut.
Selain mengamankan ketiga orang tersebut, Tim Densus 88 Antiteror Polri juga menggeledah bekas markas FPI yang berada di Jalan Sungai Limboto, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar pada Selasa (4/5/2021).
• Posisinya Bakal Terancam, Novel Baswedan: Tahu Pimpinan KPK Mau Singkirkan Pegawai Berintegritas
• Bill Gates Sukses Sejak Muda, Begini Pesan Untuk Pelajar dan Mahasiswa Agar Raih Keberhasilan
• Prabowo Subianto Masuk Posisi Tertatas di Bursa Pilpres 2024, Dasco: Santai Aja Santai
Dilansir dari tribuntimur.com, bekas sekretariat FPI Kota Makassar yang digeledah Tim Densus 88 Antiteror Polri, telah dialihfungsikan menjadi posko relawan atau bantuan bencana alam.
Pengalihfungsian markas tersebut seiring dengan pembubaran Front Pembela Islam (FPI) oleh pemerintah, 30 Desember 2020 lalu.
Terlihat dari spanduk yang ditempel di tenda depan sekretariat. Bertuliskan, "Solidaritas Masyarakat Makassar Peduli Bencana".
Warga sekitar markas mengatakan, aktifitas sekretariat itu menjadi posko relawan atau penyalur bantuan, terakhir kali saat Gempa 6,5 Magnitude mengguncang Sulawesi Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/munarman-ditangkap-04.jpg)