Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Belajar Dari Alam
Amsal 30:24-28 (TB) - "Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan
Belajar Dari Alam
Amsal 30:24-28 (TB) - "Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan:
semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,
pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu,
belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur,
cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja".
Oleh Pdt Feri Nugroho
Tuhan selalu menyelipkan sebuah kekuatan dibalik setiap kelemahan.
Pernyataan ini menjadi wujud pencerahan bahwa kuasa Tuhan terlalu ajaib untuk dipahami.
Dalam masa-masa tertentu, seseorang pasti mengalami pergumulan. Kawula muda yang sedang mencari indentitas diri, bergumul dengan rasa percaya diri.
Hanya karena sebuah jerawat di wajah, cukup membuat para muda uring-uringan tidak jelas.
Mereka merasa terganggu dalam hal penampilan. Rasa malu mengalahkan segalanya, sehingga rela hanya tinggal di rumah sampai wajahnya terlihat bersih tanpa jerawat.
Pergumulan bertambah, ketika hendak mencari pekerjaan atau bergumul untuk memilih dan menemukan pasangan hidup.
Kembali rasa percaya diri terganggu. Mencari pekerjaan yang sesuai dengan keinginan ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Wawancara berulang-ulang, tanpa membuahkan hasil. Menemukan pasangan hidup, menjadi dinamika tersendiri.
Baca juga: Renungan Hatian Kristen - Dididik Dalam Standar Firman Tuhan
Cinta asmara ternyata tidak cukup untuk menata masa depan, diperlukan komitmen dan kesungguhan dalam membangun relasi.
Menyatakan rasa saja, sudah diiringi dengan keringat dingin sebesar biji jagung.
Belum lagi harus membangun komitmen untuk hidup bersama dalam ikatan pernikahan.
Bahkan setelah jerawat hilang, pekerjaan diperoleh dan pasangan sudah diberkati di altar Tuhan; pergumulan masih berlanjut.
Dalam perjalanan tersebut seseorang sedang belajar. Bisa belajar dari pengalaman diri sendiri, pengalaman orang lain, bahkan alampun dapat memberikan pelajaran berharga.
Pengajaran Yesus agar bebas dari rasa kuatir, meminta kita untuk belajar dari alam.
Burung di udara dan bunga Bakung di padang, cukup memberikan inspirasi keyakinan iman bahwa Allah selalu berkarya mencukupkan kebutuhan dan memberi keindahan.
Bukankah seharusnya manusia dapat berpegang pada jaminan kepastian yang sama bahwa Tuhan pasti akan memelihara.
Penulis Amsal menemukan hal menarik di alam yang dia sebut sebagai keajaiban.
Tidak banyak orang yang tertarik untuk memperhatikan kehidupan seekor semut.
Binatang yang kecil, bahkan terlalu kecil untuk ukuran otaknya, ternyata bijaksana luar biasa ketika mereka mengumpulkan makanan pada musim tertentu untuk persediaan pada musim yang lain.
Pelanduk, binatang lemah namun memilih sarang di batu yang keras.
Naluri untuk mempertahankan diri telah membuat mereka tinggal dibatu yang keras, dengan celah sempit sehingga pemangsa akan kesulitan untuk menemukannya.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Firman Tuhan Sebagai Pandu Perjalanan Kehidupan
Belalang, binatang hama yang tanpa pemimpin.
Namun dalam perjalanan mencari makanan dapat berbaris rapi secara bergantian berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan saling melindungi.
Cicak, binatang yang paling mudah dijumpai namun istana raja bisa menjadi tempat tinggalnya.
Binatang lemah tidak berdaya namun tinggal di istana.
Belajar dari empat binatang tersebut, seharusnya membawa kita pada pencerahan bahwa Allah selalu menyediakan solusi dalam setiap pergumulan.
Kelemahan apapun tidak Dia biarkan ada tanpa ada penopangnya.
Justru dalam kelemahan, sikap kreatif akan terpicu untuk berkembang dengan lebih baik.
Negara Jepang, berada pada bagian bumi yang paling sering terjadi gempa bumi.
Kondisi tersebut justru membuat mereka memiliki etos kerja yang disiplin dan tepat waktu.
Mereka paham bahwa gempa yang terjadi dalam hitungan detik dapat berpotensi menghancurkan sebuah peradaban yang dibangun ratusan tahun.
Betapa berharganya waktu, meskipun dalam hitungan detik.
Saatnya kita melirik alam ketika mengalami pergumulan. Tuhan telah menyediakan hikmat untuk kita temukan di alam.
Alam dapat mengajarkan banyak hal ketika kita melihatnya dalam kaca mata Tuhan.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Menjadi Ranting yang Berbuah Baik
Jika sedang galau, atau hidup terasa gelap, cukuplah hening sejenak melihat alam.
Perhatikan dengan langkah iman, bahwa Allah berkarya sedemikian ajaib pada alam, maka dipastikan selalu ada jalan keluar dalam segala persoalan. Amin
Bacaan Renungan Kristen Lainnya
Renungan Oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/semut-api-mampu-menciptakan-struktur-berbentuk-menara-eiffel-lebih-dari-30-kali-ukuran-tubuh-mereka.jpg)