Rabu, 13 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Sahabat Rasulullah

Kisah Sahabat Nabi, Zaid bin Tsabit Berkali-kali Meminta Ikut Perang kepada Rasulullah

Ketika ia dan teman-temannya mendatangi Rasulullah agar diberi izin ikut memanggul senjata, Zaid bin Tsabit belum diizinkan.

Tayang:
Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan
Tribunjabar.id/Kisdiantoro
Ilustrasi membaca Alquran 

Kisah Zaid bin Tsabit, selalu tak lepas dengan kisah penghimpunan dan penyusunan Al-Qur’an. Sosok sahabat Nabi ini memang punya peran penting dalam penyusunan Al-Qur’an.

TRIBUNJAMBI.COM  - Kisah Zaid bin Tsabit, selalu tak lepas dengan kisah penghimpunan dan penyusunan Al-Qur’an.

Sosok sahabat Nabi ini memang punya peran penting dalam penyusunan Al-Qur’an.

Dialah  salah seorang yang telah berjasa kepada umat Islam  sehingga kita bisa dengan mudah membaca mushaf Al-Qur’an seperti sekarang.

Menurut Khalid Muhammad Khalid, peristiwa penghimpunan Al-Qur’an dalam satu mushaf itu tidak pernah dikisahkan, kecuali bersamaan dengan nama sahabat besar ini.

Namun ada kisah lain yang membersamai sahabat Nabi Zaid bin Tsabit ra ini.

Dialah sahabat Nabi yang berkali-kali meminta kepada Rasulullah saw agar diizinkan ikut berperang. Sekalipun Zaid masih remaja.

Khalid Muhammad Khalid mengisahkan dalam bukunya, bahwa Zaid adalah sahabat Anshar dari Madinah.

Saat Rasulullah  datang berhijrah ke Madinah, Zaid bin Tsabit masih berumur sebelas tahun.

Selanjutnya, remaja ini pun masuk Islam bersama keluarganya yang masuk Islam dan mendapat berkah dari doa Rasulullah untuknya.

“Dalam Perang Badar para keluarganya yang telah dewasa membawa Zaid Namun, Rasulullah menolaknya karena umur dan tubuhnya yang terlalu kecil. Sementara itu, dalam Perang Uhud Zaid bersama sejumlah kawan sebaya pergi menemui Rasulullah saw. Mereka berharap agar beliau menerima mereka dan meletakkan dalam barisan para pejuang,” tulis Khalid Muhammad Khalid.

Ketika ia dan teman-temannya mendatangi Rasulullah agar diberi izin ikut memanggul senjata, Zaid belum diizinkan.

Rasulullah saw mengizinkan Rafi’ dan Samurah yang masih berusia 15 tahun, tapi tidak dengan Zaid.

Simak berita lainnya

Baca juga: TAK Sadar Hadapi Pasukan Terlatih, KKB Papua Sesumbar Mau Musnahkan Pasukan Setan TNI di Hutan Nduga

Baca juga: Masih Pandemi, Bagaimana Salat Ied? Satgas Minta Warga Zona Merah dan Oranye Salat Ied di Rumah

Baca juga: Si Burung Surga Gelar Jafar bin Abi Thalib, Sahabat Nabi yang Sangat Mirip Rasulullah

Baca juga: Kisah Sahabat Nabi, Abdullah bin Masud Tercengang Saat Saksikan Mukjizat Nabi Terhadap Kambingnya

Hingga akhirnya pada tahun 5 Hijriyah, saat perang Khandak, Zaid bin Tsabit barulah ikut berperang di jalan Allah.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved