Breaking News:

Masih Pandemi, Bagaimana Salat Ied? Satgas Minta Warga Zona Merah dan Oranye Salat Ied di Rumah

pelaksanaan Salat Ied harus mempertimbangkan zonasi risiko penularan Covid-19 di daerah masing-masing.

Musawira
Spanduk berstatus zona merah di lingkungan Perumnas Muara Bulian, sementara waktu dilarang mengadakan kerumunan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adi Sasmito mengatakan, pelaksanaan Salat Ied harus mempertimbangkan zonasi risiko penularan Covid-19 di daerah masing-masing.

Masyarakat yang berada di zona merah dan oranye diwajibkan melaksanakan salat Idul Fitri di rumah.

"Pelaksanaan Salat Ied harus mempertimbangkan zonasi risiko. Bagi masyarakat yang ada di zona risiko merah dan oranye maka diwajibkan untuk Salat Idul Fitri di rumah saja," ujar Wiku dalam konferensi pers daring melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (4/5).

Kedua daerah tersebut masing-masing berstatus daerah rawan tinggi penularan dan rawan sedang penularan Covid-19.

Sementara masyarakat yang berada di zona kuning dan hijau dapat melaksanakan Salat Ied secara berjemaah.

Adapun di kedua daerah itu risiko penularan Covid-19 lebih rendah atau bahkan belum ada kawasan yang terpapar sama sekali.

Akan tetapi, pelaksanaan salat bagi daerah zona hijau dan kuning itu tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

"Diikuti oleh maksimal 50 persen jemaah dari total kapasitas masjid. Selain itu jemaah diharapkan membawa perlengkapan sendiri," ujar Wiku.

Untuk mengetahui zona penularan Covid-19 dapat dicek melalui peta risiko penularan Covid-19 yang bisa diakses oleh masyarakat lewat laman resmi https://covid19.go.id/peta-risiko. D

Dalam laman tersebut akan ditampilkan peta daerah dari 34 provinsi di Indonesia beserta status zonasi risikonya.

Halaman
12
Editor: Deddy Rachmawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved