Berita Nasional

Hati-hati Tiga Varian Baru Virus Corona Sudah Masuk ke Indonesia, B.1.1.7 Dinilai Lebih Berbahaya

Tiga varian baru virus Corona dipastikan sudah masuk ke Indonesia. Hal itu membuat masyarakat harus berhati-hati.

Editor: Rahimin
The Scotsman
ILUSTRASI varian baru virus Corona. Hati-hati Tiga Varian Baru Virus Corona Sudah Masuk ke Indonesia, B.1.1.7 Dinilai Lebih Berbahaya 

Sementara E484Q dikhawatirkan akan membuat virus memiliki pengikatan sel yang lebih baik dibanding sebelumnya yang berpotensi menghindari kekebalan.

Saat ini strain tersebut telah terdeteksi di setidaknya 16 negara, termasuk Singapura dan Inggris. Kemudian, mutasi baru B.1.351 pertama kali ditemukan di Teluk Nelson Mandela, Afrika Selatan, pada awal Oktober 2020.

Sejak saat itu, virus menyebar dan kini telah ditemukan di luar negara asalnya, misalnya di Zambia dan AS.

Kasus B.1.351 dilaporkan di Amerika Serikat pada akhir Januari 2021. Mutasi virus ini dicurigai dapat memengaruhi netralisasi beberapa antibodi, tetapi tidak terdeteksi meningkatkan risiko keparahan penyakit.

DPR minta masyarakat tak panik

Menanggapi telah masuknya berbagai varian mutasi virus corona ke Indonesia, anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI-P Rahmad Handoyo meminta masyarakat tidak perlu panik atas temuan sejumlah varian baru virus corona hasil mutasi di Indonesia.

Namun, menurut Rahmad, bukan berarti masyarakat lantas boleh bersikap biasa saja, melainkan mesti lebih waspada.

Jadwal Terbaru Malaysia Open 2021 Lengkap, Indonesia Kirim Marcus/Kevin hingga Ahsan/Hendra

Reaksi Ariel NOAH saat Diminta Segera Nikahi BCL: Agak Susah Sih Kita Memang Kenal Sudah Lama

Cara Nathalie Holscher Mandi Wajib Usai Berhubungan Intim Diungkap Sule, Rico Ceper: Keseringan Kali

"Saya kira ini kita tidak perlu panik, tetapi kita semakin waspada meningkatkan kewaspadaan, meningkatkan kedisiplinan kita terhadap protokol kesehatan," kata Rahmad saat dihubungi Kompas.com, Senin (3/5/2021).

Rahmad menuturkan, disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi salah satu cara menghalau virus tersebut menyebar di masyarakat.

Sebab, pada dasarnya, ia menilai bahwa semua virus dapat bermutasi, termasuk virus corona.

"Perubahan virus itu menjadi satu keniscayaan. Mau menjadi lemah atau semakin tidak kita kehendaki, satu hal yang perlu kita tekankan adalah apa pun perubahan karakteristik, apa pun perubahan mutasi, yang paling bisa kita lakukan saat ini adalah bagaimana kita meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.

Kata Rahmad, saat ini pemerintah dan masyarakat perlu bergerak bersama untuk membumikan protokol kesehatan.

Khusus kepada pemerintah, dalam setiap kesempatan, dapat ditekankan pentingnya protokol kesehatan, yaitu 5M mulai dari mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

"Sehingga, ketika sudah masuk Indonesia, harapannya ya mutasi virus itu tidak bisa berkembang, tidak bisa menular ke tempat yang lain karena kita sudah disiplin protokol kesehatan," ucapnya.

"Tetapi, karena virus itu sudah masuk ke Indonesia, maka tidak ada lain, harga mati, dalam rangka menangkal virus itu dengan cara protokol kesehatan," sambung dia.

Petugas kesehatan menyuntikan vaksin AstraZeneca kepada seorang karyawan perbankan di Mandiri University ,Batam, Kepulauan Riau, Jumat (26/3).
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin AstraZeneca kepada seorang karyawan perbankan di Mandiri University ,Batam, Kepulauan Riau, Jumat (26/3). (ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/rwa.)

Rahmad menekankan, disiplin protokol kesehatan merupakan hal yang penting dalam rangka perang melawan Covid-19 agar Indonesia tidak bernasib sama seperti di India.

Rahmad mengingatkan bagaimana kondisi di India akibat abai dan lalai menerapkan protokol kesehatan sehingga mengalami gelombang "tsunami" Covid-19.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved