Sahabat Rasulullah
Kisah Sahabat Nabi, Jafar bin Abi Thalib yang Diberi Gelar si Burung Surga
Para sahabat Nabi ada yang memiliki gelar atau julukan yang diberikan oleh Rasulullah ataupun sahabat Nabi lainnya.
Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan
Para sahabat Nabi ada yang memiliki gelar atau julukan yang diberikan oleh Rasulullah ataupun sahabat Nabi lainnya.
TRIBUNJAMBI.COM - Para sahabat Nabi ada yang memiliki gelar atau julukan yang diberikan oleh Rasulullah ataupun sahabat Nabi lainnya.
Julukan itu biasanya merujuk atau didasarkan pada kebiasaan, kecakapan ataupun keahlian yang dimiliki.
Tak jarang satu sahabat Nabi memiliki sejumlah julukan. Jafar bin Abi Thalib misalnya.
Sahabat yang disebut paling mirip dengan Rasulullah saw itu memiliki beberapa gelar yang diberikan oleh Nabi Muhammad saw.
sahabat Nabi yang sangat mirip dengan Nabi Muhammad saw ini dijuluki Abul Masakin yang artinya bapaknya orang-orang miskin.
Julukan tersebut karena sahabat Jafar bin Abi Thalib sangat dermawan.
Jafar bin Abi Thalib ra atau Ja’far bin Abi Thalib juga digelari Si Burung Surga. Beliau adalah sahabat Nabi generasi pertama yang berperan besar dalam membangun nurani kehidupan.
Rasulullah juga memberi julukan kepada Jafar bin Abi Thalib Dzul Janahain atau pemilik dua sayap. Itulah sejumlah gelar Jafar bin Abi Thalib.
Jafar bin Abi Thalib ra atau Ja’far bin Abi Thalib adalah sahabat Nabi yang merupakan saudara Ali bin Abi Thalib.
Jafar bin Abi Thalib merupakan sabahat Nabi yang sangat mirip dengan sosok Rasulullah.
Pada masanya, di kalangan Bani Abdi Manaf memang dikenal ada lima orang yang sangat mirip dengan Rasulullah saw.
Tapi Jafar bin Abi Thalib adalah yang paling mirip.
Adapun empat orang lagi adalah Abu Sufyan bin Harits bin Abdul Muthallib, Qutsam Ibnul Abbas bin Abdul Muthallib, Saib bin Ubaid bin Abdi Yazin bin Hasyim, Hasan bin Ali bin Abu Thalib, cucu Rasulullah saw.
Jafar bin Abi Thalib termasuk yang awal-awal masuk Islam. Ia dan istrinya berislam di hadapan Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Sejarah mencatat, kehidupan Jafar bin Abi Thalib penuh cobaan berupa penyiksaan kaum kafir Quraisy.
Dalam buku karya Khalid Muhammad Khalid, Biografi 60 Sahabat Rasulullah diceritakan bagaimana keberanian Jafar bin Abi Thalib saat perang Muktah.
Ia terluka parah akibat serangan musuh.
Baca juga: Baznas Kota Jambi Sebutkan Rincian Penyaluran Zakat pada Mustahiq
Baca juga: Kisah Sahabat Nabi, Abdullah bin Masud Tercengang Saat Saksikan Mukjizat Nabi Terhadap Kambingnya
Baca juga: Sahabat Nabi, Mushab bin Umair dengan Tenang Menjelaskan Islam kepada Usaid ibn Hudhair yang Marah
Baca juga: Satu Pertanyaan di Sore Minggu Kedua Ramadan; Pilih Berkah atau Bahagia ?
Khalid Muhammad Khalid menulis “Memang benar bahwa selama hidupnya Ja'far adalah orang yang paling dermawan dengan harta. Bahkan, ketika ajalnya tiba, ia menjadi salah seorang syuhada yang paling dermawan dan paling banyak mengorbankan jiwa dan raga”.
Abdullah ibn Umar berkata, "Dalam perang Muktah, aku bersama Jafar bin Abi Thalib, Kami pun mencari dan menemukannya dengan sembilan puluh sekian luka tusukan dan panah.”
Rasulullah pernah berpesan, "Jika Zaid tewas atau cidera, komandan digantikan Jafar bin Abi Thalib. Seandainya Ja’far tewas atau cidera pula, dia digantikan Abdullah bin Rawahah. Dan apabila Abdullah bin Rawahah cidera atau gugur pula, hendaklah kaum muslmin memilih pemimpin/komandan di antara mereka." (*)