Breaking News:

Sahabat Rasulullah

Kisah Sahabat Nabi, Jafar bin Abi Thalib Syahid dengan 90 Lebih Luka

Jafar bin Abi Thalib ra atau Ja’far bin Abi Thalib adalah sahabat Nabi yang merupakan saudara Ali bin Abi Thalib.

Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan
Kisah Sahabat Nabi, Jafar bin Abi Thalib Syahid dengan 90 Lebih Luka
net
Ilustrasui -pasukan berkuda

TRIBUNJAMBI.COM  - Jafar bin Abi Thalib ra atau Ja’far bin Abi Thalib adalah sahabat Nabi yang merupakan saudara Ali bin Abi Thalib.

Jafar bin Abi Thalib merupakan sabahat Nabi yang sangat mirip dengan sosok Rasulullah.

Pada masanya, di kalangan Bani Abdi Manaf memang dikenal ada lima orang yang sangat mirip dengan Rasulullah saw.

Tapi Jafar bin Abi Thalib adalah yang paling mirip.

Adapun empat orang lagi adalah Abu Sufyan bin Harits bin Abdul Muthallib, Qutsam Ibnul Abbas bin Abdul Muthallib, Saib bin Ubaid bin Abdi Yazin bin Hasyim, Hasan bin Ali bin Abu Thalib, cucu Rasulullah saw.

Jafar bin Abi Thalib termasuk yang awal-awal masuk Islam. Ia dan istrinya berislam di hadapan Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Sejarah mencatat, kehidupan Jafar bin Abi Thalib penuh cobaan berupa penyiksaan kaum kafir Quraisy.

Dalam buku karya Khalid Muhammad Khalid, Biografi 60 Sahabat Rasulullah diceritakan bagaimana keberanian Jafar bin Abi Thalib saat perang Muktah.

Ia terluka parah akibat serangan musuh.

Khalid Muhammad Khalid menulis “Memang benar bahwa selama hidupnya Ja'far adalah orang yang paling dermawan dengan harta. Bahkan, ketika ajalnya tiba, ia menjadi salah seorang syuhada yang paling dermawan dan paling banyak mengorbankan jiwa dan raga”.

Abdullah ibn Umar berkata, "Dalam perang Muktah, aku bersama Jafar bin Abi Thalib, Kami pun mencari dan menemukannya dengan sembilan puluh sekian luka tusukan dan panah.”

Baca juga: Kisah Sahabat Nabi, Abdullah bin Masud yang didoakan Rasulullah Menjadi Orang Berilmu

Baca juga: Sahabat Nabi, Mushab bin Umair dengan Tenang Menjelaskan Islam kepada Usaid ibn Hudhair yang Marah

Baca juga: Salman al Farisi, Kisah Sahabat Nabi yang Idenya Akibatkan Pasukan Quraisy Terdiam Saat Perang

Rasulullah pernah berpesan, "Jika Zaid tewas atau cidera, komandan digantikan Jafar bin Abi Thalib. Seandainya Ja’far tewas atau cidera pula, dia digantikan Abdullah bin Rawahah. Dan apabila Abdullah bin Rawahah cidera atau gugur pula, hendaklah kaum muslmin memilih pemimpin/komandan di antara mereka." (*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved