Berita Kerinci

Warga Kerinci Keluhkan Sampah Menumpuk di Jalan Nasional Perbatasan Koto Iman dan Tanjung Tanah

Penumpukan sampah di kabupaten Kerinci, kerap dikeluhkan warga. Seperti yang terjadi di Jalan Nasional

Penulis: Herupitra | Editor: Rahimin
tribunjambi/herupitra
Penumpukan sampah di Jalan Nasional perbatasan Desa Koto Iman dengan Desa Tanjung Tanah. 

Warga Kerinci Keluhkan Sampah Menumpuk di Jalan Nasional Perbatasan Koto Iman dan Tanjung Tanah

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Penumpukan sampah di kabupaten Kerinci, kerap dikeluhkan warga. Seperti yang terjadi di Jalan Nasional perbatasan Desa Koto Iman dengan Desa Tanjung Tanah.

Tumpukan sampah yang mengunung tersebut dikeluhkan warga sekitar. Warga keberatan karena sampah bisa berserakan dan mengeluarkan bau busuk. 

Hal itu diakui Pjs Kades Koto Iman, Alpadli saat dihubungi, Minggu (2/5/2021).

Alpadli mengatakan, penumpukan sampah sering terjadi ditempatnya.

"Ya, sampah sering menumpuk di TPS. Apakah petugas kebersihan yang telat mengangkut atau bagaimana saya kurang jelas," katanya. 

Namun dengan kondisi sampah yang menumpuk ujarnya, warganya sangat mengeluh. Selain pemandangan di jalan nasional yang tidak bagus, sampah juga mengeluarkan bau busuk. 

"Kami harap petugas dari DLH tidak membiarkan sampah sampai menumpuk di TPS. Harus cepat diangkat dan dibawa ke TPA," ujarnya. 

Ditambahkannya, TPS yang ada diperbatasan Koto Iman- Tanjung Tanah, bukan merupakan sampah warga dari  kota iman saja. Namun warga desa lain seperti juga kerap membuang sampah ke TPS. 

"Mungkin itu salah satu yang membuat sampah cepat menumpuk," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kerinci, Askar Jaya dikonfirmasikan mengatakan, penumpukan sampah terjadi karena operasional untuk pengangkutan sampah yang tersedia hanya 300 trip perbulan. Sementara beban yang harus diangkut 600 trip perbulan. 

"Sehingga harus ditangani 1 sp dengan 10 hari pertitik angkut," ungkapnya. 

"Saat sedang diambil langkah-langkah perlebar kontainer yang ada, karena isinya sangat terbatas dan cepat penuh karena dibatasi tutup kontainer sehingga isi kurang efisien dan mempengaruhi trip," tambahnya. 

Ia mengatakan, untuk ke depan TPS di perbatasan Koto Iman-Tanjung Tanah tersebut tidak akan disediakan lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved