Berita Internasional

TETANGGA Indonesia Ini Siap Tantang China Usai Sang Presiden Dituduh Lembek dengan Negeri Panda Itu

Meski demikian, Sang Presiden, Rodrigo Duterte menegaskan tak akan menarik militernya dari patroli di Laut China Selatan.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
ist
Kelompok kapal induk AS USS Theodore Roosevelt memasuki di perairan Laut China Selatan, berdekatan Teluk Filipina. 

TRIBUNJAMBI.COM - Negara tetangga Indonesia satu ini agaknya masih bergeming dengan dominasi China di Laut China Selatan.

Ya, sampai detik ini, Filipina belum banyak bertindak terkait keberadaan China di wilayahnya.

Meski demikian, Sang Presiden, Rodrigo Duterte menegaskan tak akan menarik militernya dari patroli di Laut China Selatan.

Beberapa pekan terakhir, kedaulatan Filipina pun terus terancam dengan keberadaan dari kapal-kapal China.

Ratusan kapal Xi Jinping kini diketahui berada di garis kedaulatan Filipina.

Filipina berkonflik dengan China
Filipina berkonflik dengan China (Kolase/Tribunjambi.com)

Dikutip dari Sosok.ID dari Express UK, Minggu (2/5/2021) sebanyak 200 ratus kapal-kapal China bekerumun di Whitsun Reef.

Melansir dari Kontan.co.id, tidak cuma mengancam kedaulatan, kapal-kapal itu kabarnya juga ikut mengeruk sumber daya alam Filipina.

Merasa terancam, Filipina pun sempat mendesak Rodrigo Duterte untuk segera bertindak.

Namun sikap sang presiden diketahui terkesan tak mau ambil ribut membuat rakyat marah dan menyebutnya lembek.

Dilansir Sosok.ID dari Kompas.com, Minggu (2/5/2021) kenyataanya, militer Filipina pun selama seminggu terakhir gencar melakukan patroli di Laut China selatan.

Tidak cuma itu, angkatan laut dan pasukan penjaga pantai Manila juga gelar latihan di kawasan Scarborough, titik sengketa antara China dan Filipina.

Beijing juga diketahui sempat memperingatkan Filipina untuk tidak menyulut ketegangan.

Baca juga: BERBAHAYANYA Laut China Selatan Saat Ini, Filipina & AS Latihan Perang Buntut Provokasi Kapal China

Baca juga: Semakin Genting, Taiwan Akan Lawan China Sampai Mati, AS Kirim Kapal Perang, Filipina Mendadak Siaga

Baca juga: Terduga Pelaku Peledakan Bom Gereja Katedral Makassar, Alumnus Filipina Jaringan Ansharud Daulah

Namun Duterte terus menolak untuk didikte China dan mulai menunjukkan taringnya.

Meski China telah banyak membantu rakyatnya dalam berbagai hal, Duterte kembali menegaskan jika kedaulatan Filipin adalah hal yang tak bisa ditawar-tawar.

Mantan walikota Davao pun menolak tarik militernya dari Laut China Selatan seperti mau Tiongkok.

"Saya berkata kepada China, kami tidak ingin ada masalah. Kami tidak ingin ada perang."

"Namun jika kalian meminta kami menyingkir, tidak," ungkap Duterte.

Rodrigo Duterte
Rodrigo Duterte (AFP)

Mengutip dari pemberitaan AFP via Kompas.com, jika perlu Duterte akan mengirim kapal militer lebih banyak lagi ke Laut China Selatan.

Hal ini akan ia lakukan guna terus melindungi sumber daya alam Manila yang disebut-sebut mulai dikeruk oleh Tiongkok.

"Saya tidak begitu tertarik pada memancing sekarang. Saya kira tidak ada cukup ikan untuk diperdebatkan," sindir Duterte pada Senin (19/4/2021) yang dikutip dari AFP.

"Tapi ketika kita mulai menambang, ketika kita mulai mendapatkan apa pun yang ada di perut laut China, minyak kita, maka saat itu... saya akan mengirim kapal abu-abu saya ke sana untuk menyatakan klaim." pungkasnya.

(*)

Baca juga: PSK Diajak Kencan Namun Akhirnya Menajdi Korban Perampokan, Ditinggalkan Dalam Keadaan Terikat

Baca juga: Militer AS Dipukul Mundur dari Laut China Selatan Usai Kapal Induk Shandong Tiongkok Dihadirkan

Baca juga: Raup Rp 29 Juta Sekali Penerbangan, Pramugari Ini Berikan Layanan Serivice di Toilet Pesawat

Berita lainnya seputar Laut China Selatan

SUMBER: SOSOK.ID

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved