Kisah Korban Selamat dari Keganasan KKB, Menari Sebelum Tembak Mati Korban: Saya Pura-pura Mati

Ia pun menceritakan kisahnya kepada Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi saat dia berhasil diselamatkan.

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
Kolase/Tribunjambi.com
Jokowi Murka lewat aksi KKB Papua yang kembali merenggut nyawa Polri dan TNI 

Setelah yakin para pekerja sudah tewas, mereka pun meninggalkan para korban begitu saja.

Tanpa orang KKB itu tidak tahu bahwa ada 11 orang pekerja yang pura-pura mati.

Mereka pun berusaha bangkit kembali untuk melarikan diri.

Beberapa dari mereka belum beruntung. Ketika ingin melarikan diri, mereka terlihat anggota KKB dan dikejar.

Akibatnya 5 pekerja yang ditangkap dan dibunuh di tempat oleh anggota KKB. Sementara 6 lainnya berhasil melarikan diri ke arah Mbua.

"2 orang di antaranya belum ditemukan."

"Sedangkan 4 orang diantaranya, termasuk saksi Jimmy Aritonang, selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua,” ungkapnya.

Jimmi dan saksi lainnya berhasil dievakuasi dan diantar ke Wamena, Ibukota Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Terus dikejar

Pada tanggal 3 Desember sekitar pukul 05.00, Jimmi dan saksi lainnya yang telah diamankan TNI mendadak diserang lagi oleh KKB. Tak hanya menggunakan senjata militer, mereka juga menggunakan panah dan tombak.

“Rupanya mereka tetap melakukan pengejaran."

"Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah Pos. Sehingga salah seorang anggota Yonif 755/Yalet, Serda Handoko membuka jendela, tertembak dan meninggal dunia,” tutur ujar Aidi.

Pertempuran itu cukup panas. Antara pukul 05.00 WIT hingga 21.00 WIT. Bahkan sempat terjadi adu tembakan.

Sayangnya kondisi tidak menguntungkan bagi TNI. Sehingga Danpos memutuskan untuk mundur mencari medan perlindungan yang lebih menguntungkan.

Tapi kondisi membaik pada 4 Desember 2018. Karena Satgas gabungan TNI-Polri berhasil menduduki Mbua dan melaksanakan penyelamatan serta dilakukan evakuasi terhadap korban.

Menurut pengakuan Jimmi, korban yang tewas di lereng bukit puncak Kabo mencapai 19 orang

Berita Terkait lainnya

Sumber : SRIPOKU

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved