Update Terbaru Kondisi di India, Api Menyala Sepanjang Waktu, Begini Kata Wartawan Jeffrey Gettleman

Banyak tempat mengadakan kremasi massal, dan pada malam hari, di daerah tertentu di New Delhi, langit bersinar.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
24h
Petugas kesehatan di India melakukan kremasi pada jenazah. 

Sebagai koresponden asing selama hampir 20 tahun, Jeffrey Gettleman telah meliput zona pertempuran, diculik di Irak dan dijebloskan ke penjara di lebih dari beberapa tempat.

Namun kondisi di India sekarang ini lebih buruk dari medan pertempuran.

Varian baru yang dikenal sebagai "mutan ganda" menyebabkan banyak kerusakan.

Ilmu pengetahuannya masih awal tetapi dari apa yang diketahui, varian ini mengandung satu mutasi yang dapat membuat virus lebih menular dan mutasi lainnya yang mungkin membuatnya kebal sebagian terhadap vaksin.

Dokter sangat takut. Beberapa orang yang telah divaksinasi dua kali dan masih sakit parah.Ini pertanda buruk.

Tangisan Sang Dokter Tak Sanggup Hadapi Tsunami Covid-19 Gelombang Kedua

Krisis virus corona India itu benar-benar telah mencapai titik kritis. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggambarkan situasinya sebagai "sangat memilukan".

Dr Trupti Gilada, spesialis penyakit menular, berbagi pengalaman mengerikannya dalam memerangi virus itu di negaranya.

Video yang penuh emosional itu lantas menjadi viral. Berbicara dari mobilnya, dengan mengenakan masih mengenakan pakaian APD, dia berkata:

"Saya belum pernah melihat yang seperti ini. Kami begitu tidak berdaya."

Sambil menangis, dia melanjutkan: "Kami harus menangani begitu banyak pasien."

"Itu baru pasien di rumah sakit."

"Ada juga pasien sakit kritis yang  dirawat di rumah karena tidak ada tempat tidur."

Dia lalu menambahkan orang-orang untuk benar-benar mematuhi protokol kesehatan.

Karena siapapun bisa terinfeksi virus. Termasuk mereka yang telah sembuh.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved