Breaking News:

Berita Daerah

Tumpukan Sampah Halangi Jalan Warga

Sampah yang meningkat selama Ramadan ini ternyata membuat Tempat Pembuangan Sampah (TPA) di RT 9, Desa Lubuk Terentang, Kecamatan Betara

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Hendri Dunan
Tribunjambi/Samsul Bahri
Sampah Menumpuk dan Hampir Menutup Akses Jalan Warga ke Kebun, DLH Tanjabbar Sebut Alat Berat Rusak 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Sampah yang meningkat selama Ramadan ini ternyata membuat Tempat Pembuangan Sampah (TPA) di RT 9, Desa Lubuk Terentang, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat tidak tertampung. Hal ini di tambah dengan tidak berfungsinya alat pengeruk sampah hingga menyebabkan sampah menggunung dan tumpah ke badan jalan.
Terhadap penumpukan sampah tersebut membuat sejumlah masyarakat merasa terganggu karena bau yang tidak sedap. Selain itu juga munculnya lalat juga menyebabkan pemandangan tidak sedap di rumah-rumah warga sekitar.

Baca juga: Kekuatan Laut NKRI Berkurang Usai KRI Nanggala Tenggelam, China Mendadak Kirim 3 Kapal Selam ke LCS

"Hampir dua minggu ini lah yang sampai keluar-keluar ke jalan. Kabarnya itu alatnya rusak. Ya kita merasa terganggu dengan kondisi ini. Kita berharap didorong ke tempatnya. Soalnya sampah ini kan nambah terus," ungkap Rasidi warga sekitar, Rabu (28/4)
Hal senada disampaikan oleh Ketua RT 09, Desa Lubuk Terentang menyebutkan bahwa sampah yang menumpuk menimbulkan bau yang tidak sedap. Selain itu, sampah yang melebar ke badan jalan juga membuat akses masyarakat ke kebun terganggu.

Baca juga: Kejati Jambi Melalui Kejari Sarolangun Sambangi Keluarga Besar Purna Adhyaksa (KBPA)

"Jalan ke kebun juga sudah hampir tertutup. Makanya kita minta untuk pihak terkait untuk segera mengangkut sampah yang melebar ini ke kolamnya. Kami juga meminta untuk memohon di berikan bantuan. Karena alat kita rusak, kita sudah ajukan ke perusahaan tetapi tidak ada respon,"ungkapnya.
Terhadap hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanjabbar, Suparjo membenarkan adanya sampah yang menumpuk dan tidak tertampung pada tempatnya. Hal ini karena memang alat pengangkut sampah dalam kondisi rusak.

Baca juga: KKB Papua Mengemis Memohon Perundingan NKRI Usai Jokowi Perintahkan Operasi Militer TNI Polri

"Iya karena peralatan kita rusak, apalagi saat ini di tengah puasa, sampah juga lumayan meningkat. Tapi peralatan kita tidak bisa mengcover itu karena alat kita juga sudah tua,"katanya
Kadis DLH menyebut bahwa di lokasi TPA itu ada dua ekskavator yang sudah lama dan dalam kondisi buruk. Ia mengakui bahwa dalam pengangkutan sampah untuk ke lokasi penumpukan sampah di TPA pihaknya kekurangan alat berat.
"Kemarin kerusakannya sudah kita perbaiki dan sempat beraktivitas lagi, eh rantai lagi yang rusak. Kemudian kita perbaiki dan insha allah hari ini sudah bisa berakivitas lagi,"ungkapnya. (sul)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved