Diduga Sedang Meracik Petasan, Kakak Beradik Tewas, Bagian Tubuh Terlempar Hingga 100 Meter

Menurut Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis, bagian yang terpisah dari tubuh utama dan hancur adalah bagian kaki korban.

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
TRIBUN/SANOVRA JR
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Kejadikan melekdaknya petasan terjadi dikawasan di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Korban diketahui adalah kakak beradik

Mereka tewas akibat terkena ledakan petasan yang mereka racik.

Salah satu korban yakni Sunardi (23) sudah dalam kondisi tak utuh.

Baca juga: Bertahan di Kala Pandemi, Pedagang Kue Kering di Pasar Jambi Merambah ke Online 

Baca juga: Polri Gagalkan Penyelundupuan 2,5 Ton Sabu Asal Timur Tengah Senilai Rp 1,2 Triliun

Baca juga: Insentif Tenaga Medis RSUD Sarolangun Belum Dibayar? Dirut RSUD Sebut Hoaks, Hari Ini Tindak Lanjut

Tubuh Satu Korban Ledakan di Kabupaten Ponorogo Tak Utuh, Diduga Racik Petasan Gunakan Kaki
(tribun jatim/sofyan arif candra)Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis Menunjukkan Barang Bukti Yang Diamankan di Lokasi Ledakan Petasan Maut di Desa/Kecamatan Sukorejo, Ponorogo 

Menurut Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis, bagian yang terpisah dari tubuh utama dan hancur adalah bagian kaki korban.

"Jadi hancur, putus kakinya, mulai dari paha (ke bawah)," kata Azis, Rabu (28/4/2021).

Azis menduga, saat meracik petasan tersebut Sunardi mengapitnya dengan kaki.

"Saat diapit itu meledak akibat gesekan mesin dengan tempat mengaduk atau panas yang dihasilkan mesin," lanjutnya.

Potongan tubuh Sunardi pun hancur dan terlempar ke segala arah.

Saat olah TKP, polisi sudah menemukan sebagian tubuh tersebut dan sudah dijadikan satu dengan tubuh utamanya.

"Ada yang ditemukan di belakang rumah ada juga yang ditemukan masyarakat. Jarak ditemukannya dari rumah korban perkiraan sekitar 100 meter," jelas Azis.

Walaupun beberapa bagian sudah ditemukan, menurut Azis, akan sulit melengkapkan bagian tubuh korban yang hilang.

"Mungkin tidak bisa selengkap sedia kala karena kakinya hancur. Kami juga minta masyarakat sekitar kalau menemukan kita jadikan satu," terang Azis.

Untuk korban kedua, yaitu Samuri (21), bagian tubuhnya masih lengkap.

"Kami mengimbau dengan kejadian ini masyarakat bisa jera dan tidak membuat balon udara karena efeknya bisa gini juga," terangnya.

Hingga kini, Polres Ponorogo telah mengumpulkan keterangan dari 4 orang untuk menggali keterangan lebih dalam.

Berita Terkait Lainnya

Sumber : TRIBUNNEWS

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved