Densus 88 Tangkap Munarman
Profil Munarman: Dulu Pembela HAM dan Egaliter Kini Ditangkap Terkait Kasus Terorisme
Polisi menangkap Munarman di rumahnya atas kasus terorisme. Siapa sebenarnya Munarman? Berikut profilnya
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI.COM - Polisi menangkap Munarman di rumahnya atas kasus terorisme.
Munarman merupakan orang dekat Habib Rizieq dan pernah menjadi Sekjen FPI.
Siapa sebenarnya Munarman? Berikut profilnya.
Munarman dulunya dikenal sebagai aktivis pembela hak-hak sipil dan HAM.
Sebelum bergabung dengan FPI, Munarman adalah aktivis di YLBHI dan KontraS.
Sebagaiana diketahui, YLBHI maupun Kontras adalah lembaga yang concern membela hak asasi manusia.
Munarman sosok egaliter tersebut hijrah ke forum-forum yang dikenal 'garis keras' termasuk FPI, ternyata karena kepincut nilai serta sikap Ustaz Abu Bakar Ba'asyir.
Hal itu ia ungkapkan dalam wawancara bersama Refly Harun.
Dikutip dari wikipedia, Munarman lahir di Palembang Sumatra Selatan, 16 September 1968.
Baca juga: Tak Berkutik Saat Ditangkap Densus 88, Munarman: Saya Pakai Sandal, Saya Pakai Sandal
Baca juga: Munarman Ditangkap Terkait Baiat ke Jaringan Teroris di Medan, Jakarta, dan Makassar
Munarman merupakan anak keenam dari 11 bersaudara.
Di kalangan aktivis HAM, nama Munarman mulai dikenal saat bergabung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia di Palembang tahun 1995.
Dua tahun kemudian ia jadi Kepala Operasional organisasi yang sama.
Ia lalu beralih menjadi Koordinator Kontras Aceh pada tahun 1999-2000, tinggal di sana.
Kariernya di Kontras berlanjut hingga akhirnya Munarman menduduki posisi Koordinator Badan Pekerja Kontras, ia pindah dari Aceh ke Jakarta.
Pada bulan September 2002, Munarman terpilih sebagai Ketua YLBHI setelah YLBHI mengalami kekosongan kepemimpinan selama 9 bulan.
Munarman unggul mengalahkan Daniel Panjaitan yang saat itu menjabat Wakil Direktur YLBHI Jakarta.
Munarman sendiri dicalonkan oleh LBH cabang Palembang, Banda Aceh, dan Lampung, sementara Daniel dicalonkan oleh LBH Semarang dan Jakarta.
Munarman dilantik pada bulan berikutnya dan berjanji menyatukan anggota-anggota yayasan sebagai langkah pertamanya dan ia dilantik pada bulan Oktober 2002.
Ketua YLBHI sebelumnya, Bambang Widjojanto diberhentikan dewan pengawas YLBHI karena mengusulkan mereformasi yayasan jadi asosiasi yang lebih berpihak pada keanggotaan.
Baca juga: Eks Petinggi FPI Ditangkap Densus 88, Kuasa Hukum Siapkan Pendampingan Untuk Munarman
Baca juga: Inilah Perjalanan Karier Munarman hingga Dirinya Tak Berkutik Saat Ditangkap Densus 88
Hal ini dilakukan sebagai kritik kepada Adnan Buyung Nasution, ketua dari Dewan Pengawas yang berpindah haluan dan membela seorang pejabat militer senior yang teridentifikasi sebagai pelaku pelanggaran HAM.
Pemecatan Bambang diikuti pengunduran diri Munir sebagai Wakil Ketua YLBHI.
Jabatannya sebagai Ketua YLBHI berhenti pada tahun 2006, dengan dilantiknya Patra M Zen sebagai Ketua Umum YLBHI periode 2006-2011.
Pada bulan Juni 2006 Munarman menyatakan akan melawan bila dipecat sebagai Ketua Dewan Pengurus YLBHI Indonesia.
Ia berjanji tidak akan mundur.
Alasan pemecatannya karena pemikiran dan sikap dia yang radikal, ia menolak Pancasila, UUD 1945, NKRI sebagai sistem demokrasi Indonesia, dengan keterlibatannya sebagai tokoh Hizbut Tahir Indonesia (HTI).
Selain itu, juga atas pernyataannya di atas spanduk yang dipampang dengan wajahnya di Cilandak Jakarta Selatan.
"Munarman: Sistem Khilafah Menjadi Jawaban Atas Seluruh Problematika Saat Ini Muncul. Saatnya Khilafah Memimpin Dunia," tertulis di spanduk itu.
Saat wawancara Munarman menolak bila disebut sebagai Pemimpin Hizbut Tahir ataupun masuk dalam struktur organisasi.
Ia mengatakan hanya berkawan saja denga HTI.
Dikutip dari Kompas, perubahan besar pada diri Munarman terlihat saat berubah watak menjadi keras dan bengis.
Media kemudian menggambarkan Munarman menjelma menjadi tokoh radikal.
Hal ini menyusul terjadinya penyerangan FPI kepada Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).
Munarman yang dulu egaliter berubah menjadi sosok yang turut menyerang kelompok minoritas yang kerap berujung kekerasan, seperti kampanye pembubaran Ahmadiyah.
Baca juga: USAI Munarman Ditangkap Densus 88, Markas FPI Digeledah dan Ditemukan Serbuk Putih
Baca juga: Sehari Dapat Rp 200 Juta, Aksi Galang Dana untuk Beli Kapal Selam, Ternyata Segini Harga 1 Unit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/profil_munarman.jpg)