Rabu, 15 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Densus 88 Tangkap Munarman

Profil Munarman: Dulu Pembela HAM dan Egaliter Kini Ditangkap Terkait Kasus Terorisme

Polisi menangkap Munarman di rumahnya atas kasus terorisme. Siapa sebenarnya Munarman? Berikut profilnya

Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
CAPTURE MATA NAJWA
Munarman 

Munarman unggul mengalahkan Daniel Panjaitan yang saat itu menjabat Wakil Direktur YLBHI Jakarta.

Munarman sendiri dicalonkan oleh LBH cabang Palembang, Banda Aceh, dan Lampung, sementara Daniel dicalonkan oleh LBH Semarang dan Jakarta.

Munarman dilantik pada bulan berikutnya dan berjanji menyatukan anggota-anggota yayasan sebagai langkah pertamanya dan ia dilantik pada bulan Oktober 2002.

Ketua YLBHI sebelumnya, Bambang Widjojanto diberhentikan dewan pengawas YLBHI karena mengusulkan mereformasi yayasan jadi asosiasi yang lebih berpihak pada keanggotaan.

Baca juga: Eks Petinggi FPI Ditangkap Densus 88, Kuasa Hukum Siapkan Pendampingan Untuk Munarman

Baca juga: Inilah Perjalanan Karier Munarman hingga Dirinya Tak Berkutik Saat Ditangkap Densus 88

Hal ini dilakukan sebagai kritik kepada Adnan Buyung Nasution, ketua dari Dewan Pengawas yang berpindah haluan dan membela seorang pejabat militer senior yang teridentifikasi sebagai pelaku pelanggaran HAM.

Pemecatan Bambang diikuti pengunduran diri Munir sebagai Wakil Ketua YLBHI.

Jabatannya sebagai Ketua YLBHI berhenti pada tahun 2006, dengan dilantiknya Patra M Zen sebagai Ketua Umum YLBHI periode 2006-2011.

Pada bulan Juni 2006 Munarman menyatakan akan melawan bila dipecat sebagai Ketua Dewan Pengurus YLBHI Indonesia.

Ia berjanji tidak akan mundur.

Alasan pemecatannya karena pemikiran dan sikap dia yang radikal, ia menolak Pancasila, UUD 1945, NKRI sebagai sistem demokrasi Indonesia, dengan keterlibatannya sebagai tokoh Hizbut Tahir Indonesia (HTI).

Selain itu, juga atas pernyataannya di atas spanduk yang dipampang dengan wajahnya di Cilandak Jakarta Selatan.

"Munarman: Sistem Khilafah Menjadi Jawaban Atas Seluruh Problematika Saat Ini Muncul. Saatnya Khilafah Memimpin Dunia," tertulis di spanduk itu.

Saat wawancara Munarman menolak bila disebut sebagai Pemimpin Hizbut Tahir ataupun masuk dalam struktur organisasi.

Ia mengatakan hanya berkawan saja denga HTI.

Dikutip dari Kompas, perubahan besar pada diri Munarman terlihat saat berubah watak menjadi keras dan bengis.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved