Breaking News:

VIDEO Ramai Zaskia Mecca Kritik Cara Bangunkan Sahur Teriak di Toa, Ini Kata MUI

Menurutnya, cara membangunkan sahur seperti itu akan mengganggu masyarakat yang lain. Ia pun mengungkapkan keluhannya melalui akun Instagramnya...

TRIBUNJAMBI.COM - Ramai di media sosial soal kritik artis Zaskia Adya Mecca, terhadap cara membangunkan sahur di toa masjid dengan cara berteriak-teriak.

Menurutnya, cara membangunkan sahur seperti itu akan mengganggu masyarakat yang lain. Ia pun mengungkapkan keluhannya melalui akun Instagramnya, @zaskiadyamecca.

"Cuma mau nanya ini bangunin model gini lagi HITS katanya?! Trus etis ga si pake toa masjid bangunin model gini?? Apalagi kita tinggal di Indonesia yang agamanya pun beragam.. Apa iya dengan begini jadi tidak menganggu yang lain tidak menjalankan Shaur?!," tulis Zaskia.

Dalam video unggahan Zaskia, terdengar suara dari seseorang yang membangunkan sahur dengan mula-mula menyapa masyarakat sekitar. Beberapa saat kemudian, orang tersebut mengajak para warga sekitar untuk segera sahur.

Ada kata "sahurrya" yang dikatakan orang itu. "Bapak-bapak, Ibu-ibu, Adik-adik warga RT 04 RW 09 dan sekitarnya, yang menjalankan ibadah puasa. Waktunya sahurrrrya, sahurrrya, sahurrrrrya! Sahur, sahur, sahur, sahur, sahur! Sahur, sahur, sahur, sahur, sahur, sahur! Bangun, bangun, bangun!" demikian bunyi dalam video Zaskia Adya Mecca.

Lantas, bagaimana tanggapan dari Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama (MUI)?

Tanggapan MUI dan Kemenag Wakil Ketua MUI Anwar Abbas menilai, apa yang dilakukan orang tersebut untuk membangunkan sahur memiliki maksud yang baik. Akan tetapi, pelaksanaannya tidak dilakukan dengan baik.

"Menurut saya sebuah maksud yang baik itu kalau dilaksanakan juga harus dengan cara yang baik," kata Anwar saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (24/4/2021).

Untuk itu, Anwar meminta kepada pengurus masjid hendaknya untuk memperhatikan hal-hal seperti ini. Alasannya, agar dapat tercapai tujuan yang baik sehingga masyarakat sekitar senang dan tidak merasa terganggu.

"Caranya oleh pengurus masjid perlu dibuat standarisasinya, menyangkut kata-kata atau kalimatnya, volume loud speakernya, waktu penyampaiannya dan lainnya agar masyarakat senang dan tidak terganggu," pungkas dia.

Halaman
12
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved