Warga Baduy Menangis dan Meminta Tolong Agar Hutan Titipan yang Disakralkan Jangan Dihancurkan
Dalam potongan video berdurasi satu menit tersebut, seorang warga Baduy yang mengenakan pakaian hitam dengan lilitan kepala berwarna putih menyampaika
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang warga Baduy meminta tolong ke pemerintah untuk ikut serta menjaga hutan titipan yang disakralkan oleh masyarakat adat suku Baduy.
Potongan video itu viral di media sosial, satu di antaranya diunggah oleh akun @inforangkasbitung.
Dalam potongan video berdurasi satu menit tersebut, seorang warga Baduy yang mengenakan pakaian hitam dengan lilitan kepala berwarna putih menyampaikan keluh kesah soal hutan sakralnya yang dirusak.
Baca juga: Meriahkan Ramadhan Fest 2021, Gramedia Jambi Gandeng UMKM Jambi
Baca juga: Delapan Kios Terbakar di Pasar Teluk Nilau Tanjabbar, Kapolres Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Baca juga: Alasan Valentino Rossi Masih Terus Membalap Sampai Sekarang: Langkah Saya Diikuti Oleh Semua Orang
"Kami mohon ke pemerintah, kami diamanatkan oleh leluhur supaya gunung jangan dihancurkan, lembah jangan dirusak, adat jangan diubah. Tapi sekarang terbukti Gunung Liman yang dirusak, minta tolong ke pemerintah," kata seorang warga Baduy dalam potongan video tersebut menggunakan bahasa lokal setempat.
Potongan video menyertakan sumber dari Jaro Cibarani.
Kompas.com mencoba mengonfirmasi ke Kepala Desa Cibarani, Dulhani. Dia membenarkan perihal video tersebut.
"Betul, itu Gunung Liman yang dirusak, hutan titipan yang disakralkan, memang masuknya ke Wewengkon Adat Cibarani, beliau merasa bertanggung jawab karena amanat leluhurnya untuk menjaga hutan tersebut," kata Dulhani kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (22/4/2021).
Aya Pulung menangis, ditugaskan jaga Gunung Liman
Dulhani mengatakan, pria dalam video tersebut adalah Ayah Pulung yang merupakan warga Baduy Dalam. Pulung merupakan cucu dari leluhur Baduy yang ditugaskan untuk menjaga Gunung Liman.
Gunung Liman disakralkan oleh warga Baduy karena menjadi hulu sejumlah sungai penting di Kabupaten Lebak, seperti Ciujung, Ciliman, Cibarani, dan Cibaso.
Secara turun-temurun, kata Dulhani, warga Baduy menjaga hutan Gunung Liman supaya tidak rusak.
Namun, kini hutan tersebut dirusak oleh penambang emas liar.
"Mereka sangat sedih, menangis melihat hutan sakralnya gundul dirusak gurandil," kata Dulhani.
2 hektar hutan dirusak penambang emas liar
Total luas hutan yang rusak, kata Dulhani, sekitar 2 hektar dan sudah berlangsung berbulan-bulan.