Breaking News:

Berita Kota Jambi

Tiga Pelaku Pembunuhan Siswa SMAN 7 Kota Jambi Yang Tewas Usai Pertandingan Futsal Segera Disidang

SR (Sahrul Ramadhan) korban pembacokan oleh ketiga tersangka yang juga masih berstatus pelajar.

TRIBUNJAMBI/ARYO TONDANG
Polisi menunjukkan para tersangka penganiaya Sahrul Ramadhon Siswa SMAN 7 Kota Jambi, saat press release, Selasa 6 April 2021 

TRIBUNJAMBI COM, JAMBI - Kejaksaan Tinggi Jambi telah melimpahkan berkas perkara kasus tewasnya SR saat gelaran pertandingan Futsal Wakil Walikota Cup beberapa waktu lalu. Berkas perkarah di registrasikan ke Pengadilan Negeri Jambi pada Kamis (22/4/2021) kemarin. 

Kasi Pidana Umum Kejati Jambi, I Putu Suyantha kepada wartawan membenarkan bahwa berkas perkara dan ketiga tersangka MZ, MA dan RK telah diregistrasi ke Pengadilan Negeri Jambi. 

"Kita sudah daftarkan perkaranya ke pengadilan, sidang dakwaan hari Senin ini, (pekan depan,red)" kata kasi Pidum Kejari Jambi I Putu Suyatha, Jumat (23/4/2021). 

Protes sempat dilayangkan pihak keluarga korban mengenai proses penahanan. Ketiga tersangka sebelumnya ditahan di kepolisian. Namun, di Pengadilan Negeri Jambi para tersangka tidak dilakukan penahanan. 

Humas Pengadilan Negeri Jambi, Yandri Roni menerangkan tidak dilakukannya penahanan terhadap ketiga tersangka sesuai dengan amanah undang-umdang. Mengigat para tersangka masih bestatus pelajar dan berusia di bawah umur. 

"Dalam undang-undang Perlindungan anak, Jika terdakwa masih di bawah umur maka wajib diversi, Baik dalam proses penyidikan, Penuntutan dan majelis hakim," kata Yandri Roni, Jum'at siang. 

Ia mengatakan dalam dakwaan penuntut umum ada dua pasal alternatif. pertama ancaman hukumannya di bahwa tujuh tahun, sedang dakwaan kedua ancaman hukumannya lebih berat. maka dari ini majelis hakim melakukan diversi.

Mengenai hasil diversi diterima atau tidak akan ditentukan dalam persidangan. Hal yang lumrah jika pihak keluarga korban menghendaki agar terdakwa ditahan. 

Namun, dalam PP no 56 tahun 2015 tentang diversi terdakwa anak dibawah umur tidak boleh dilakukan penahanan penjara.

"Dalam proses diversi ada dua jenis penahananya, pertama di titipkan ke orang tua, atau kedua dititipkan ke lembaga yang di kelola negara, jika proses diversi gagal maka baru bisa dilakukan penahanan penjara," kata YandriRoni. 

"Kita luruskan dulu persepsi masyarakat, Bukan majelis hakim tidak mau melakukan penahanan, pada dasarnya majelis hakim hanya menjalankan undang-undang" ujarnya.

SR (Sahrul Ramadhan) korban pembacokan oleh ketiga tersangka yang juga masih berstatus pelajar. Aksi kekerasan itu bermula ketika aksi saling ejek pada ajang pertandingan Futsal Wakil Walikota Cup  di Gor Kotabaru. 

Sahrul yang merupakan suporter tim SMAN 7 Kota Jambi tewas dengan luka senjata tajam di bagian kepalanya. (Dedy Nurdin)

Baca juga: Kadispen AL Ungkap Risiko Fatal Bila KRI Nanggala-402 Berada di Kedalaman Lebih dari 500 Meter

Baca juga: Penumpang dari Luar Negeri akan Dilakukan Swab PCR Jika Melewati Jalur Pelabuhan

Baca juga: Mudik Diperketat, Bandara Sultan Thaha Masih Normal

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved