Breaking News:

Berita Bisnis

Mudik Diperketat, Bandara Sultan Thaha Masih Normal

Sedangkan masa pasca pengetatan mudik penumpang yang akan melakukan perjalanan udara harus melengkapi dokumen

Yon Rinaldi
Suasana di depan Bandara Sultan Thaha Jambi. Halte bus trans Siginjai 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Trafik penumpang di bandara Sultan Thaha Jambi masih terlihat normal seiring dikeluarkannya Addendum Surat Edaran nomor 13 tahun 2021 tentang perpanjangan masa larangan mudik.

Executive General Manager Angkasa Pura II Bandara Sultan Thaha Jambi, Indra Gunawan mengatakan sampai kemarin Jumlah penumpang di Bandara Sultan Thaha Jambi masih normal di angka 1200 penumpang.

“Hari ini kita masih mengumpulkan data,” katanya Jumat ( 23/4/2021).

Angka ini mengalami peningkatan jika dibandingkan awal ramadhan kemarin yang hanya 800 penumpang dalam sehari. Namun angka ini masih di bawah awal april kemarin yang menyentuh 1500 penumpang.

Sedangkan terkait Addendum Surat Edaran nomor 13 tahun 2021,  berdasarkan arahan Otoritas bandara VI untuk bandara Sultan Thaha Jambi mulai berlaku 24 April 2021.

Berdasarkan SE No 13 Tahun 2021, mudik tahun ini dibagi menjadi tiga masa, Masa Pengetatan mudik “Pra”dari 22 april – 5 mei 2021, masa peniadaan mudik 6 mei – 17 mei 2021, dan masa Pengetan Mudik “Pasaca” 18 mei – 24 mei 2021.

Pada masa pra pengetan larangan mudik penumpang yang akan melakukan perjalanan udara harus melengkapi dokumen kesehatan seperti Hasil negatif tes RT-PCR/Rapid Test Antigen Maksimal 1x24 jam, atau Hasil Negatif GeNoses C19 Sebelum keberangkatan.

Pada masa peniadaan mudik, pengecualian diberikan dengan alasan perjalanan dinas/bekerja, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka/kematian, ibu hamil/kepentingan persalinan.

Sedangkan dokumen yang dibutuhkan adalah hasil negatif tes RT-PCR Maksimal 3x24 jam, Hasil negatif tes rapid antigen maksimal 2x24 jam atau hasil negatif GeNoses C19 sebelum keberangkatan.

Sedangkan masa pasca pengetatan mudik penumpang yang akan melakukan perjalanan udara harus melengkapi dokumen kesehatan seperti Hasil negatif tes RT-PCR/Rapid Test Antigen Maksimal 1x24 jam, atau Hasil Negatif GeNoses C19 Sebelum keberangkatan.

“Masa berlaku dari dokumen kesehatan lebih cepat dari sebelumnya,” pungkas Indra ( Tribunjambi.com / M Yon Rinaldi ).

Baca juga: Pengurus BAZNAS Kabupaten Sarolangun Telah Ditetapkan

Baca juga: Oksigen Tinggal Beberapa Jam Lagi, Ini Update Terbaru KRI Naggala-402 yang Hilang Kontak

Baca juga: PTPN VI Launching Aplikasi e-DoRemi

Penulis: M Yon Rinaldi
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved