Pemuda Viral karena Melempar Bocah ke Kubangan Lumpur Minta Maaf : Sudah Biasa dan Cuma Bercanda

Pemuda pelaku yang viral karena melakukan dugaan bullying kepada anak kecil inisial di Klapanunggal, Kabupaten Bogor akhirnya meminta maaf.

Editor: Rohmayana
ist
Egi yang merupakan warga Klapanunggal, Kabupaten Bogor ini menjadi korban bullying oleh seorang pria pemilik akun Instagram @azatcrosser, dengan dilempar berkali-kali ke kolam lumpur area persawahan 

Kapolres Bogor AKBP Harun menjelaskan bahwa kejadian di dua video tersebut terjadi pada 16 April 2021 dan 20 April 2021.

Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan.

"Dari pihak korban maupun keluarganya tidak menuntut dan memaklumi adanya kejadian tersebut dan itu merupakan candaan pelaku AS kepada EG," kata Harun.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bercanda secara berlebihan dalam pergaulan terlebih sampai diunggah ke media sosial.

Viral bocoh 10 tahun yang bernama Egi menjadi korban bullying sejumlah remaja.

Baca juga: Billy Syahputra Kesal Akun Media Sosialnya Diblokir Amanda Manopo, Putus Secara Tidak Baik-baik?

Egi bocah berusia 10 tahun ini ternyata telah sering mengalami aksi bullying atau perundungan terhadap dirinya.

Egi yang merupakan warga Klapanunggal, Kabupaten Bogor ini menjadi korban bullying oleh seorang pria pemilik akun Instagram @azatcrosser, dengan dilempar berkali-kali ke kolam lumpur area persawahan.

Kisah Egi yang kerap mengalami bullying dibagikan oleh musisi reggae Dellu Uyee lewat akun Instagram-nya @delluuyee yang mengunjungi langsung ke kediaman bocah tersebut.

"Namanya egi umur 10 tahun (anak yatim) anak spesial Korban Bully. Dari keterangan keluarga dan jawaban Egi ternyata hal yang di alamiegi bukan pertama kalinya," tulis Dellu.

"Bahkan sempat ditampar, kemaluannya diolesi balsem. MasyaAllah tega benar pelaku," tambahnya.

Baca juga: Brigjen M Zulkifli Serahkan Offset Harimau Sumatera Hasil Sitaan 2007 Lalu ke Museum Siginjei

Bahkan, lanjutnya, pihak keluarga pelaku sudah membuat surat pernyataan perdamaian yang dibuat sepihak.

Serta meminta ibunda Egi yang tidak bisa baca tulis menandatangani Surat pernyataan tersebut.

"Serta memberi uang sejumlah Rp2 juta, bahkan di surat pernyataan tersebut tidak ada stempel dari desa, baik RT maupun RW. Semoga pihak terkait bisa mengusut tuntas kasus yang di alami adik kita Egi ini. DI MANA HATI NURANI ANDA @azatcrosser!!!" katanya.

Baca juga: Dibully Gara-gara Salah Lirik Lagu, Iis Dahlia Bersyukur Bukan Resleting yang Terbuka

Pelaku Ditangkap

Selang beberapa lama, akhirnya pelaku pembulian itu akhirnya ditangkap.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved