TRIBUN TRAVEL

8 Kuliner dan Makanan Khas Kerinci Jambi Yang Namanya Unik, Bisa Jadi Oleh-oleh

Daerah Kerinci Provinsi Jambi memang tak hanya terkenal dengan kekayaan alamnya. Tetapi juga kuliner yang bisa anda jadikan referensi.

Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Nani Rachmaini
Tokopedia
Ilustrasi. Dodol Kentang 


TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Daerah Kerinci Provinsi Jambi memang tak hanya terkenal dengan kekayaan alamnya.

Tetapi juga kuliner yang bisa anda jadikan referensi.

Di Kerinci ada kuliner dan makanan khas Kerinci yang namanya unik-unik. Makanan khas Kerinci ini juga bisa menjadi oleh-oleh menarik lho!

Berikut rekomendasi 8 kuliner dan makanan khas Kerinci Jambi yang namanya unik-unik, bisa jadi oleh-oleh menarik.

1.  Dendeng Batokok
Dendeng Botok, Makanan Khas Sungai Penuh Jambi
Dendeng Botok, Makanan Khas Sungai Penuh Jambi – facebook.com

Dendeng identik sebagai makanan khas Minang di Sumatera Barat. Ternyata memang benar, Dendeng Batokok ini dibawa oleh para perantau dari Minang ke Sungai Penuh. Namun, Dendeng Batokok khas Sungai Penuh berbeda dengan dendeng batokok di Minang yang menggunakan cabai hijau dan daging sapi.

Sedangkan dendeng batokok Sungai Penuh lebih sering menggunakan daging rusa dan cabai merah. Seiring berjalannya waktu, daging rusa semakin langka sehingga masyarakat setempat menggantinya dengan daging sapi.

2.  Lemang Kantong Semar

Kantong Semar adalah salah satu tumbuhan yang banyak terdapat di Taman Nasional Kerinci Seblat dan daerah sekitarnya. Tak heran jika masyarakat Kerinci khususnya Sungai Penuh mengolah kantung semar menjadi lemang sehingga diberi nama Lemang Kantong Semar.

Masyarakat Kerinci menyebutnya Kacung Beruk.

Pembuatan dan isinya sama dengan lemang bambu, yaitu beras ketan yang dimasak dengan santan kelapa. Lemang ini sering disajikan sebagai teman makan gulai, tetapi makanan ini sudah jarang ditemui. Makanan ini hanya bisa ditemukan pada acara-acara tertentu seperti acara adat. Tak heran jika banyak wisatawan yang penasaran dengan rasa dan bentuk dari Makanan Khas Sungai Penuh Jambi  yang satu ini.

3.  Soto Semurup, Makanan Khas Sungai Penuh Kerinci Jambi

Makanan Khas Sungai Penuh Kerinci Jambi lainnya adalah Soto Semurup. Soto Semurup  tidak jauh berbeda dengan soto lainnya yang ada di daerah-daerah lainnya. Soto ini juga disajikan di mangkok. Isi soto di dalam mangkuk antara lain nasi, sayuran, dendeng sapi, dan soun atau bihun. Kuah soto ini berwarna kuning bening dan ditambah dengan kerupuk merah atau bawang goreng.

Sedikit perbedaan antara Soto Semurup dan soto lainnya adalah daging sapi di dalamnya sudah dimasak menjadi dendeng terlebih dahulu, sedangkan daging di dalam soto lainnya hanya daging yang direbus dan dimasukkan ke dalam kuah.

4.  Gulai Ikan Semah

Gulai ini menjadi istimewa karena gulai ini berisi ikan semah, yaitu ikan langka karena hanya ada di Sungai Batang Merangin dan Danau Kerinci. Jika berhasil menaklukkan Gunung Kerinci, yaitu gunung tertinggi di Indonesia tentu saja harus menikmati gulai ikan semah yang sangat langka.

Momen indah ini menjadi lebih sempurna karena rasa lelah terbayar lunas dengan kelezatan Gulai Ikan Semah. Ikan semah begitu empuk dan enak apalagi ditambah dengan kuah kuning yang pekat dan sedikit asam. Siapapun pasti akan ketagihan dengan masakan khas ini.

5.  Dodol Kentang Kerinci

Sesuai dengan namanya, dodol terbuat dari kentang granola. Dodol ini sangat manis dan teksturnya lembut sehingga tidak lengket saat dipegang. Tentu saja dodol ini berbeda dengan dodol pada umumnya.

Dodol kentang ini kerap dijadikan oleh-oleh karena mudah ditemui di minimarket atau tempat oleh-oleh di Sungai Penuh atau daerah lainnya di Jambi. Rasa dodol ini bervariasi seperti rasa gula aren, durian, pandan, dan nanas.

6.  Ketan Durian

Dan Makanan Khas Sungai Penuh Jambi yang juga tak kalah lezatnya untuk dicicipi adalah Ketan Durian khas Sungai Penuh Kerinci. Ketan Durian ini sangat lezat karena beras ketan yang digunakan sangat terjamin kualitasnya. Selain itu, cara memasak yang unik membuat ketan ini terasa gurih dan manisnya durian juga sangat pas. Sebelum membuat ketan ini harus memilih durian yang tepat karena hal ini sangat memengaruhi rasa dan kelengketan dari ketan durian.

7.Nasi Beras Payo
Apapun lauknya, nasinya tetap berasal dari Beras Payo

Nasi beras payo dengan buliran yang lebih besar. Foto dari sini

Supaya makin nikmat, Dendeng Batokok disajikan bersama beras payo. Beras Payo merupakan beras endemik Kerinci, bulirannya lebih besar dan lebih pulen dari beras yang biasanya. Tanaman padi Beras Payo pun lebih tinggi dan termasuk beras langka.

Tak perlu bingung mencari tempat makan yang menjual Beras Payo, karena hampir di setiap rumah makan menyajikan nasi yang berasal dari beras payo

8.Air Sebuk Kawo, minuman khas Kerinci yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda

Bagi masyarakat Kerinci, Air Sebuk Kawo menjadi minuman wajib kedua setelah air putih. Konon, minuman khas Kerinci ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Warga setempat meminumnya di tengah cuaca dingin sekaligus untuk mengembalikan stamina.

Air Sebuk Kawo ini terbuat dari tunas muda pohon kopi yang dikeringkan. Setelah kering, daun tunas muda pohon kopi kemudian diremas dan diseduh dengan air panas. Air seduhan tunas muda pohon kopi ini kemudian diminum.

Baca juga: Tetangga Sering Dengar Suara Teriakan, Ternyata Ibu Muda Ini Disiksa Pacarnya yang Masih Punya Istri

Baca juga: 28 Destinasi Wisata Kuliner Kota Jambi Selalu Ramai, Bisa Jadi Tempat Berbuka Puasa Bersama

Baca juga: 8 Tempat Menarik Untuk Ngabuburit Selama Ramadan di Tanjung Jabung Barat, Patut Dikunjungi Nih!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved