Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Hidup Sebagaimana Kristus Telah Hidup
Bacaan ayat: 1 Petrus 3:15-16 (TB) - "Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi
Hidup Sebagaimana Kristus Telah Hidup
Bacaan ayat: 1 Petrus 3:15-16 (TB) - "Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,
dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu"
Oleh Pdt Feri Nugroho
Pembenaran paling umum bagi banyak orang ketika kesulitan melakukan yang benar, diungkapkan dengan pernyataan bahwa kesulitan tersebut manusiawi.
"Manusia tidak sempurna. Wajar jika melakukan kesalahan karena yang benar hanya milik Tuhan."
Demikian kira-kira alasan umum yang dibuat banyak orang. Sekilas, jawaban tersebut benar dalam tataran kesadaran diri akan ketidakmampuan.
Ketika dipahami lebih lanjut, baru kita sadar ada hal mendasar yang tidak disadari, yaitu hampir setiap orang hanya mengandalkan upaya dan kekuatan diri sendiri. Dan ketika berada pada titik kelemahan, dinilai sebagai hal manusiawi.
Itulah sebabnya Yesus telah paham situasi tersebut sehingga Dia menyatakan, "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran."
Perkataan Yesus tersebut cukup untuk memberikan jaminan bahwa setiap orang akan bisa melakukan kebenaran jika ia menyerahkan hidupnya kepada Roh Kebenaran yang akan menuntunnya pada jalan yang benar.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Harus Siap Menjadi Saksi
Belajar dari peristiwa kejatuhan manusia dalam dosa dengan memilih tidak taat, kita sebenarnya bisa terus mewaspadai segala hal yang berpotensi untuk membuat kita berpaling dari Tuhan.
Godaan yang selalu muncul ialah mengalihkan pandangan dari Tuhan dan mulai menjadikan diri sendiri sebagai pusat segalanya.
Alkitab mencatat bahwa, 'Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.'
Bermula dari mengalihkan pandangan, yang awalnya kepada Allah beralih pada hal lain (dalam hal ini kepada buah yang seharusnya tidak boleh dimakan).
Ketika seseorang tidak lagi menjadikan Allah sebagai pusat hidup, maka dipastikan tindakan ini menciptakan peluang untuk jauh dari kehendak Allah.
Seseorang mulai menciptakan standar baik menurut pengertian dan pemahamannya sendiri, tidak lagi dalam standar Allah. Standar baik ini dibuat manusia berdasarkan perasaan dan pikirannya sendiri, sampai akhirnya melahirkan tindakan yang bertentangan dengan kehendak Allah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/08012021-renungan.jpg)