Longsor di Jalang Lintas Bangko Kerinci
BREAKING NEWS Material Longsor Kembali Timbun Badan Jalan Lintas Bangko-Kerinci
Material longsor kembali menimbun badan jalan lintas Kerinci - Bangko tepatnya di Desa Birun, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Material longsor kembali menimbun badan jalan lintas Kerinci - Bangko tepatnya di Desa Birun, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin.
Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Merangin, Syafri tidak membantah adanya longsor. Namun pihaknya masih memastikan lokasi dan kondisi terkini longsor tersebut.
Dari informasi yang didapatkannya, terdapat dua titik longsor di Kabupaten Merangin menuju Kabupaten Kerinci.
"Saya belum dapat semua datanya, cuman kepala bidang bilang dikonfirmasi nian dulu iyo nian apo idak, ado dua titik itu," ungkapnya melalui sambungan telepon, Kamis (22/4/2021).
"Kita cek dulu, nungkin benar lah itu, musim penghujan ya kan," ujarnya lagi.
Dia menyebutkan longsor tersebut berada di lokasi yang terjadi sebelumnya.
Sementara itu Kasatlantas Polres Merangin, Iptu Sudiharsono turut membenarkan kejadian tersebut. Namun dia mengatakan bahwa longsor tidak menghambat pengendara untuk melintasi lokasi tersebut.
"Ada sedikit, yang jelas bisa dilalui kendaraan," ujarnya.
Dia mengungkapkan bahwa lokasi tersebut sering terjadi longsor, namun tidak sampai menutup badan yang berakibat terganggunya pengendara dan terjadinya kemacetan.
Untuk kondisi saat ini, Kasatlantas menyebutkan berdasarkan informasi dari Kapolsek bahwa material longsor hampir sepenuhnya dibersihkan.
Sebelumnya diberitakan, tertimbunnya jalan itu oleh material berupa tanah dan bebatuan akibat curah hujan lebat mengguyur Kabupaten Merangin yang terjadi pada Rabu (21/4/2021) hingga Kamis (22/4/2021).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjambi.com, longsor itu terjadi Pukul 6.00 WIB.
Bahkan longsor itu terjadi d itiga titik menutupi sebagian bahu jalan hingga membuat kondisi jalan sangat memprihatikan. Sebab dikhawatirkan terjadi longsor susulan.
Saat ini belum ada penanganan maupun alat berat yang diturukan ke lokasi untuk mengurai material longsor di badan jalan tersebut.