Breaking News:

Liputan Khusus

Penjual Rekening Bisa Ditindak, Marak Jual Beli Rekening

jual beli rekening bank dan ATM di media sosial (medsos) semakin marak di Jambi. Praktik seperti ini banyak dilakukan

Kompas.com/ Totok Wijayanto
Ilustrasi. Mata uang rupiah. Pemerintah bantu warga di masa pandemi dengan Rp 500 ribu, dan token listrik, ini cara mendapatkannya 

Jual beli rekening bank dan ATM di media sosial (medsos) semakin marak di Jambi. Praktik seperti ini banyak dilakukan

TRIBUNJAMBI COM  - Kepolisian mengingatkan warga yang melakukan jual beli rekening.

Mereka yang nekat menjual rekening bisa terancam dikenakan pasal.

Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Jambi, Ipda Junaidi belum lama ini menjelaskan, memang selagi rekening tersebut belum disalahgunakan sebagai sarana penipuan, pihaknya belum dapat mengambil tindakan.

"Kalau belum digunakan masih susah kita bertindak, tetapi kalau sudah digunakan baru kita ambil tindakan," kaya Juna, Kamis (15/4/2021) pekan lalu.

Katanya, penjual rekening dapat ditindak dan dikenakan sanksi pidana, jika data rekening bank yang dijual tersebut, menggunakan data palsu.

"Kalau yang rekening yang dia jual menggunakan data palsu, itu jelas bisa kita tindak langsung," bilang Juna.

Jika rekening yang dijual terbukti menggunakan data palsu, maka penjual dapat dipidanakan tergantung modus operandi, atau modus penipuan yang dilakukan.

"Untuk undang-undangnya itu tergantung, ITE bisa, administrasi  kependudukan bisa, perbankan bisa bahkan 263 KUHP bisa, jadi tergantung modusnya," tutup Juna.

Seperti diberitakan Tribun, jual beli rekening bank dan ATM di media sosial (medsos) semakin marak di Jambi. Praktik seperti ini banyak dilakukan akun yang belum jelas statusnya, di antaranya melalui Facebook.

Halaman
123
Penulis: Aryo Tondang
Editor: Deddy Rachmawan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved