Suami Aniaya Istri di Jelutung

Terungkap Penganiaya Isteri hingga Kritis di Jelutung Residivis Kambuhan Asal Palembang

Ia sempat diproses di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, dengan kasus serupa, dengan menganiaya sang isteri.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/ARYO TONDANG
Mantan sopir becak motor (Betor) di Kota Jambi, tega aniaya isteri hingga terluka parah, lantaran kesal uang bantuan langsung tunai (BLT) tidak kunjung cair. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Hasan (49) tersangka penganiaya isterinya berinisial H (44) hingga kritis, Jumat 16 April 2021 malam, ternyata residivis kambuhan.

Ia sempat diproses di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, dengan kasus serupa, dengan menganiaya sang isteri.

Pada kasus sebelumnya, Hasan tega aniaya sang isteri, lantaran tidak terima dinasehati untuk tidak melakukan pencurian sepeda motor.

Kapolsek Jalutung, Iptu Aidil Munsaf, melalui Kanit Reskrim Ipda Fajarudin menuturkan, setelah permasalahan tersebut, Hasan membawa sang isteri berangkat ke Jambi.

Namun, sang isteri hanya mengikut, saat diajak Hasan untuk berangkat ke Jambi.

"Proses hukumnya di Palembang belum selesai, dan dia bawa isterinya ke Jambi," kata Fajar, Senin (19/4/201) sore.

"Katanya, dia tidak terima saat isteri menasehati untuk tidak mencuri lagi," bilang Fajar.

Nahas bagi isteri Hasan, harapan sang sang suami untuk berubah tidak terwujud, ia justru mengalami kejadian lebih parah, hingga kritis lantaran dihantam menggunakan batu gilingan dan sebilah pisau.

Beruntuk, 2 jam pasca menerima laporan, Tim Libas Reskrim Polsek Jelutung bergerak cepat.

Hasan diringkus di kawasan Simpang Rimbo, saat melarikan diri setelah menganiaya sang isteri.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Hasan harus mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Jelutung.

Ia dijerat dengan pasal 44 ayat (2) UU RI No 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, ia terancam 10 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan sopir becak motor (Betor) di Kota Jambi, tega aniaya isteri hingga terluka parah, lantaran kesal uang bantuan langsung tunai (BLT) tidak kunjung cair.

Perbuatan sadis tersebut dilakukan oleh Hasan (49) warga Payo Lebar, Jelutung, terhadap isterinya berinisial H (44).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved