Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Tomas Si Peragu

Bacaan ayat: Yohanes 20:26-28 (TB) - "Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka.

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Tomas Si Peragu

Bacaan ayat: Yohanes 20:26-28 (TB) - "Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!".

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Ketika melihat seseorang yang sulit percaya, komentar spontan yang muncul biasanya begini, "Jangan seperti Tomas.Orang koq susah percaya.. ".

Hal ini biasanya dikaitkan dengan pernyataan Yesus yang menyatakan bahwa berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.

Seakan mereka yang ragu dan sulit percaya, dianggap tidak berbahagia, orang yang merepotkan diri dengan banyak hal, mencari bukti yang terasa mustahil untuk dipenuhi.

Persoalannya, mudah bagi kita yang hidup duaribu tahun kemudian memberikan komentar dan penilaian terhadap Tomas yang ragu.

Jika kita hidup bersama Tomas hari itu, pernyataan Tomas menjadi sesuatu yang masuk akal dan manusiawi.

Mengingat, bahwa sebenarnya ide tentang kebangkitan tidak pernah terlintas dalam pikiran meskipun mereka percaya kepada kebangkitan orang mati, namun itu nanti yaitu pada akhir zaman; tidak sekarang.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Nubuat yang Digenapi

Tomas mewakili orang-orang yang kritis terhadap segala sesuatu.

Bisa jadi dia kecewa bahwa pengharapannya akan Yesus sebagai Mesias yang menjadi panglima perang pupus oleh kematian-Nya yang tragis.

Rasa kecewa tersebut bercampur dengan kesedihan dan dukacita, Sang Guru yang dia agungkan harus terbujur kaku dikuasai kematian.

Perasaan tersebut belum hilang, peristiwanya baru tiga hari yang lalu.

Mendung duka masih mengambang, dan tiba-tiba teman-temannya berseru kegirangan, "Kami telah melihat Tuhan!"

Di telinga Tomas, itu teriakan bodoh yang jika benar, perlu bukti yang kuat untuk membuktikan kebenarannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved