Breaking News:

Berita Kota Jambi

Sekdes Ungkap Kecurangan Kades Kroya Soal Penggunaan Dana Desa

Ismail merupakan kepala Desa Kroya yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan rindak pidana korupsi penyalah gunaan APBDesa

tribunjambi/muzakkir
IR (47) Kepala Desa Kroya Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin. Dia diduga terlibat kasus penyimpangan pengelolaan keuawangan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Kroya tahun 2019 lalu.  

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sejumlah saksi ungkap pelanggaran pengginaan dana desa selama terdakwa Ismali menjabat sebagai Kepala Desa Kroya, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin dalam persidangan, Kamis (15/4/2021) kemarin. 

Dari keterangan sejumlah saksi di persidangan mengungkapkan jika terdakwa menguasai sendiri pengelolaan keuangan desa. Mulai dari pencairan hingga penganggaran program pembangunan desa. 

Seperti diterangkan Kaur Keuangan Desa Kroya, pada saat pencairan. Setelah dilakukan pencairan dana desa, Ismail langsung mengambil uang tersebut tanpa diketahui penggunaannya. 

Sementara perangkat desa lainnya seperti Kaur Keuangan hanya diminta membuat laloran penggunaan desa. Tidak transparannya penggunaan keuangan tersebut mengaibatkan sejumlah pekerjaan fisik dan kegiatan desa lainnya tidak berjalan maksimal. 

Bahkan ada banyak kegiatan pekerjaan yang tidak dilakukan. Sardi, Sekrataris Desa Keroya, menerangkan proses pencairan dana desa hanya bisa dilakukan kepala desa dan bendahar dengan spesimen tandatangan. 

Ia menyebut banyak kegiatan tidak selesai meski anggaran telah dicairkan. Dinataranya, pekerjaan fisik, pembangunan lapangan volly, rehabilitasi gedung Posyandu, penyediaan jaminan sosial perangkat desa dan rehab gedung desa. 

Program pembangunan desa lainnya yang tidak dilaksanakan adalah penentuan patok batas desa, pemberian makanan bayi dan balita tidak dilaksankan oleh kades. 

Saat diingatkan mengenai kegiatan yang tak selesai itu, Ismail hanya meminta waktu. Namun, sampai satu tahun tidak juga terlaksana. Termasuk pemberian isnetif karang taruna yang belum merata direalisasikan terdakwa. 

“Pernah saya tanyakan kepada kades, katanya nanti akan diupayakan selesai sampai akhir tahun. Semua pekerjaan fisik yang tidak selesai. Uang dicairkan, Sementara sisa uang tidak disetorkan ke kas negara sebagai silva,” kata Sekdes Kroya saat ditanya Jaksa Penuntut Umum Kejari Merangin.    

Mahdi, Kaur Pembangunan Desa Keroya dalam kesaksiannya mengatakan tidak dilibatkan Kades. Sepanjang pembangunan fisik di Desanya, semau kebutuhan material dibeli oleh terdakwa Ismail. 

“Terkait pembangunana jalan, banyak yang tidak selesai karena bahan tidak ada lagi. Kalau ada bahan pasti selesai,” katanya.

Selain menghadirkan sejumlah saksi dari perangkat desa, JPU Kejari Merangin juga menghadirkan sejumlah saksi dalam persidangan. Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Erika Sari Emsah Ginting. 

Ismail merupakan kepala Desa Kroya yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan rindak pidana korupsi penyalah gunaan APBDesa tahun 2019. Dengan nilai anggaran 1,3 miliar rupiah. Ia menjadi terdakwa atas kasus dugaan tindak pidana korupsi yakni memperkaya diri sendiri dan orang lain yang mengakibatkan kerugian negara. (Dedy Nurdin)

Baca juga: DITANGKAP Tanpa Perlawanan, Pria Penganiaya Perawat RS Siloam Tak Berkutik Di Hadapan Polisi

Baca juga: Padahal Sudah Minta Maaf sampai Sujud, Perawat Ini Malah Ditendang dan Ditampar, Reaksi Polisi

Baca juga: Awalnya Ngobrol Lalu Diajak ke Kasur, Begini Pengakuan PNS Selingkuh dengan Oknum Anggota DPRD

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved