Breaking News:

Berita Nasional

Pengakuan PNS Cantik Diundang Oknum DPRD ke Hotel: Aku Diajak ke Kasur, Terus Ya Gitu

Oknum PNS di Jakarta berinisial ORF itu akhirnya mampu diluluhkan oleh MT, sang anggota DPRD.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
ist
Ilustrasi berhubungan badan 

Di dalam rekaman suara itu, ORF Ginting mengaku dirinya takut untuk menceritakan hal ini ke suaminya.

Namun sang suami, menyatakan jika tidak masalah jika istrinya menceritakan kronologis ini dengan berkata jujur.

Setelah diyakinkan oleh BSS, ORF Ginting akhirnya bercerita jika dirinya sudah berhubungan dengan Raja Mehesa Ginting sebanyak dua kali.

Dirinya mengatakan, sebelumnya ia sempat menolak ajakan dari Raja UMT hingga akhirnya dirinya menerima ajakan tersebut.

"Berapa kali aku tolak, tapi akhirnya aku terima. Tahun 2020, 2019 mungkin akhir tapi aku lupa bulannya pastinya tanggalnya," ucapnya.

Mendengar pengakuan dari ORF Ginting, Budi Sitepu meminta sang istri untuk menceritakan bagaimana kronologis pertemuan keduanya hingga akhirnya bisa bertemu.

ORF Ginting menceritakan, jika saat pertemuan di hotel di kawasan Jakarta Pusat itu dirinya lansung menuju ke kamar yang dihuni oleh RUMT.

Baca juga: Polisi Selidiki Pemilik Lahan Terbakar dan Penyebabnya, Tiga Hektare Hangus di Bangko

Baca juga: Sempat Viral Pulsa Gratis Rp 200 Ribu dan Kuota 95 GB di WA dan Facebook, Ternyata Ini Faktanya

Baca juga: Longsor Muara Emat Timbun Jalan Nasional, Masyarakat Masih Waswas

"Sampai di atas ya ngobrol biasa, habis itu aku diajak ke kasur. Terus responnya yaudah di situ tiduran, terus ya gitu," katanya.

Setelah mendengar ucapan dari istrinya itu, Budi Sitepu kemudian bertanya apakah istrinya memiliki penyesalan dan niat untuk bertobat.

Di dalam percakapan itu, ORF Ginting mengaku jika dirinya sempat mengatakan kepada Raja Urung Mahesa untuk mengakhiri hubungan ini.

"Aku sudah enggak mau lagi, sampai akhirnya aku juga sudah hapus pertemanan di facebook dan aku blokir pertemanan. Karena aku merasa bersalah," katanya.

Tak sampai di situ, Budi Sitepu juga kembali meminta pengakuan dari istrinya tentang bagaimana pertemuan kembali antara istrinya dengan pada bulan Maret.

Kemudian, ORF Ginting mengaku jika saat itu dirinya menunggu di lobby hotel.

Saat itu, ia mengaku jika setiap akan jumpa dengan RUMT ia memiliki perasaan ingin pulang dan tidak ingin melakukan hal tersebut.

ORF Ginting mengaku, pada pertemuan bulan Maret tersebut usai bertemu dengan Raja Urung Mahesa dirinya lansung memiliki perasaan ingin langsung kembali ke rumah.

Budi Sitepu kembali bertanya kepada sang istri, apakah saat bertemu ada perasaan ingin menolak ajakan Raja Urung Mahesa Tarigan.

Namun, sang istri mengaku pada saat pertemuan kedua itu ia mengatakan tidak ada menolak seperti saat pertama diajak.

Mendapatkan pengakuan dari sang istri, Budi Sitepu kembali bertanya saat tanggal 17 Maret 2020 Raja Urung Mahesa Tarigan kembali mengajak istrinya bertemu, kenapa ditolak.

ORF Ginting mengaku, jika dirinya sudah tidak ingin dan tidak mau terlalu sering bertemu.

"Enggak mau sering-sering, sekali itu aja cukup aku enggak mau lagi," ucapnya.

Budi Sitepu menanyakan, kenapa hal ini ditutupi oleh sang istri, dan ORF Ginting mengaku jika dirinya takut untuk menceritakan hal tersebut.

Budi Sitepu kembali bertanya, kenapa setiap ditanya keterangan dari istrinya selalu berkelit dan berbeda.

Namun, saat rekaman suara itu dibuat tepat tanggal 7 Agustus 2020 sekira pukul 06.00 WIB istrinya berani membuat pengakuan.

"Karena di hadapan Tuhan kita enggak bisa berbohong," ucap Budi Sitepu.

Lebih lanjut, Budi Sitepu meminta kepada istrinya untuk menceritakan bagaimana awal perkenalannya dengan Raja Urung Mahesa Tarigan.

ORF Ginting mengaku, jika awalnya dirinya dihubungi melalui pesan di aplikasi facebook.

"Dia pertama bilang hai, terus nanya Ginting dari mana, terus dari situ mulai perkenalkan. Tapi dia beberapa kali bilang hai terus, tapi enggak aku tanggapi. Terus aku posting apa, dia selalu komen," ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan, sejak awal perkenalkan hingga akhirnya mereka bertemu waktunya cukup berlangsung lama.

Dirinya mengatakan, RUMT mulai menyapa sejak sekitar bulan Juni tahun 2019.

Dalam rekaman tersebut juga terungkap bahwa Raja Urung Mahesa Tarigan ternyata adalah orang yang telah beristri dan sudah mempunyai dua orang anak.

Raja Urung Mahesa Tarigan Bungkam.

Baca juga: Jasa Raharja Tanggung Biaya Perawatan Korban Lakalantas Bus di Tebing Tinggi

Baca juga: TERKUAK Tes DNA Anak dari Nadya Mustika Akan Dilakukan, Rizki DA Blak-blakan Soal Rencana Ini

Oknum Anggota DPRD, Raja Urung Mahesa Tarigan masih bungkam soal persoalan yang menderanya. Telepon Tribun Medan berhari-hari tak diresponnya meski nomornya tersebut aktif.

Namun dia merespon pesan WhatsApp yang dikirimkan Tribun Medan. Namun dia tak membantah ataupun membenarkan kasus tersebut.

"Slmt sore, saya sedang fokus dgn keluarga. Terkait dengan hal itu silahkan konfirmasi dengan kuasa hukum saya sdr. Arifin Sinuhaji, SH," ujarnya, Kamis (15/4/2021).

Ia meminta menghubungi kuasa hukumnya karena selama ini yang mengurusi kasusnya tersebut adalah Arifin Sinuhaji.

"Karena tentang pelaporan itu, beliau kemaren yang menangani.. trims," pungkasnya.

Kuasa Hukum Raja Urung Mahesa Tarigan, R Arifin Sinuhaji, S.H, mengungkapkan jika kasus tersebut sudah selesai dan ditutup pada tahun lalu.

Dirinya mengatakan, kasus ini telah dinyatakan diberhentikan atau SP3.

"Jadi kalau sekarang sudah enggak ada kasus lagi, karena ini sudah dinyatakan dihentikan dari tahun lalu," ujar Arifin, saat dihubungi via seluler, Kamis (15/4/2021).

Arifin menjelaskan, pihaknya juga mengaku heran dengan kembali mencuatnya kabar ini ke media-media massa dan media sosial.

Padahal, kasus ini sudah dinyatakan dihentikan oleh Polres Metro Jakarta Pusat sejak 23 Desember 2020 lalu.

"Makanya kita juga kaget kenapa ini ramai lagi, sementara kasus ini sudah dinyatakan dihentikan," katanya.

Berdasarkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan (SP3) dari Polres Metro Jakarta Pusat, dari laporan yang sebelumnya dilayangkan oleh Budi Sitepu dinyatakan tidak dapat dilanjutkan ke tahap penyidikan.

Di dalam surat itu, tertera jika SP3 ini tidak dapat dilanjutkan kembali.

Sesuai dengan rujukan laporan dari Budi Sitepu kasus tersebut juga dilimpahkan tanggal tanggal 28 September, surat perintah penyelidikan tanggal 2 Oktober, dan laporan hasil gelar perkara per tanggal 10 Desember 2020.

Kemudian, berdasarkan hasil dari gelar perkara pada tanggal 8 Juli tahun 2020, perkara ini tak dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Semua keputusan ini tertuang di dalam surat SP3 nomor B/16.300/S.10/XII/2020/ResJP.

Ketika ditanya mengenai apa alasan dihentikannya kasus ini, Arifin pu mengatakan jika hal tersebut merupakan wewenang dari pihak kepolisian.

Dirinya mengatakan, hingga saat ini pihaknya berpatokan pada hasil dari kepolisian.

"Yang pasti, kita berpatokan pada keputusan polisi. Karena ini yang sah dan berkekuatan hukum," ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya juga mengatakan pihaknya tidak ambil pusing dengan kembali berkembangnya kasus ini.

Dirinya mengatakan, pihaknya akan mengambil tindakan bagi siapa saja yang menyebarkan informasi ini tanpa adanya keberimbangan.

(cr4/tribun-medan.com)

Berita lainnya seputar aksi perselingkuhan anggota DPRD

SUMBER: SRIPOKU

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved