Cahaya Ramadan

Meneladani Puasa Rasulullah

Rasulullah SAW menyatakan bahwa beliau melaksanakan ibadah puasa dengan niat yang tulus dan ikhlas, menjunjung tinggi perintah Allah SWT.

Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUN JAMBI/SAMSUL BAHRI
Ustaz Anwar Sadat yang juga Bupati Tanjung Jabung Barat 

Bukan puasa orang yang balas dendam--siang menahan lapar dan haus, tapi setelah berbuka mereka memenuhkan perutnya dengan makan dan minum, sehingga tidak lagi dapat melaksanakan rangkaian ibadah malam harinya.

Rasulullah mengatakan: janganlah engkau memenuhkan perut dengan makan dan minum, karena memenuhkan itu adalah seburuk-buruk tempat.

Ini adalah sinyal yang disampaikan Rasulullah kepada umat Islam, bahwa kita berbuka pun dengan makanan sekadarnya untuk memperkuat tubuh atau jasmani kita agar dapat beraktivitas.

Lalu bagaimana kemudian Rasulullah mencontohkan yang lainnya?

Rasulullah menjaga pandangannya (ghaddul bashar). Beliau tidak mau keluar rumah, atau tidak mau berjalan ke tempat-tempat yang mengundang untuk memandang dengan mata, sehingga melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah.

Rasulullah menutup telinganya untuk mendengar fitnah, caci maki, omongan gosip, dusta dan sebagainya, sehingga selama berpuasa telinganya tidak pernah mendengar ucapah-ucapan yang tidak baik.

Rasulullah menjaga mulutnya, lalu beliau mengatakan bahwa beliau mengisi mulutnya dengan membaca Alquran, mengisi mulutnya dengan bertasbih, mengisi mulutnya dengan membaca hamdalah. Karena Rasulullah mengatakan: hiasi mulutmu dengan sesuatu yang baik.

Walaupun tidak, Rasulullah mengatakan: tidurnya orang puasa lebih baik daripada berkata-kata yang tidak baik.

Rasulullah juga menjaga syahwatnya agar tidak terdorong melakukan hal-hal tidak baik.

Bahkan lebih dari itu, Rasulullah menata hatinya, sehingga tidak ada di dalam hatinya sifat keburukan kepada orang lain, pandangan buruk terhadap orang lain, sehingga yang keluar dari beliau adalah segala sesuatu yang baik.

Inilah puasa yang dicontohkan Rasulullah SAW. Ketika berbuka puasa pun, beliau hanya makan tiga butir kurma dan segelas air zamzam.

Rasulullah melaksanakan salat magrib, isya, dan tarawih, dan beliau makan alakadarnya.

Ini menunjukkan bahwa beliau melaksanakan ibadah puasa bukan sekadar mengikut apa yang Allah perintahkan, tapi beliau juga menata hatinya agar bisa mampu mengendalikan hawa nafsunya.

Semoga kita umat Islam mampu meneladani apa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.(are)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved