Kisrih PKB
Dewan Syura DPP PKB Bela Cak Imin, Maman Imanulhaq: Ada yang Iri!
Posisi Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai Ketua Umum PKB kini tengah digoyang kadernya di daerah.
Gaduh Kudeta PKB, Dewan Syura PKB Bela Cak Imin, Maman Imanulhaq: Ada yang Iri!
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Ratusan kader Partai Kembangkitan Bangsa (PKB) di daerah mendesak dilakukan Muktamar Luar Biasa (MLB).
Posisi Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai Ketua Umum PKB kini tengah digoyang kadernya.
Wakil Sekretaris Dewan Syura DPP PKB, KH Maman Imanulhaq akhirnya ikut angkat bicara terkait kisruh di internal PKB.
Menurut Kiai Maman PKB dibawah Cak Imin solid dan terus bekerja untuk menghadirkan kemashlahatan bagi rakyat.
"Ini bulan Ramadan. Momentum yang tepat untuk menoreh prestasi, bukan menebar hoak dan iri dengki," kata anggota Komisi VIII DPR RI dengan santai.
Baca juga: Kudeta PKB, Menteri Agama Gus Yaqut dan Yenny Wahid Putri Gus Dur Siap Lawan Cak Imin?
Baca juga: Cak Imin Ketakutan Dilengserkan Jadi Ketum, Ratusan Kader PKB Desak Muktamar Luar Biasa, PKB Gaduh
Baca juga: Dosa Lama Cak Imin Pada Gus Dur Diungkit Lagi, Jubir Yenny Wahid: Itu Terus Diingat Warga NU
Ia pun menambahkan bahwa saat ini seluruh pengurus di semua tingkatan dari DPP, DPW, DPC, DPAC dan semua kader sedang bekerja dengan penuh semangat melakukan konsolidasi, menyusun strategi pemenangan dan menghadirkan kesejahteraan ke semua lapisan masyarakat.
"Karena PKB dibawah Cak Imin, berprestasi, wajar ada yang iri dengki," kata Pimpinan Pesantren Al-Mizan Jatiwangi Majalengka ini.

Soal tuduhan pelanggaran AD/ART, dan lunturnya nilai yang diwariskan Gus Dur, Maman justru melihat orang-orang tersebut tidak mengerti the rule of game di PKB dan tidak mengikuti ajaran Gus Dur untuk selalu tabayyun, klarifikasi, dan bukan berteriak tanpa bukti.
Maman menilai, sebagai Ketua Umum PKB, Cak Imin memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, komunikatif, dan terjun di tengah masyarakat untuk mendengar problem mereka dan mencarikan solusinya.
"Sebagai cucu Pendiri NU, Cak Imin memiliki komitmen yang jelas untuk kaum santri dan pesantren. Yaitu terciptanya sumber daya manusia santri yang lepas dari kemiskinan, berdaya dalam ekonomi dan memiliki kemampuan menjadi agen perubahan sosial dalam usaha menegakkan nilai peradaban yang maju, damai dan toleran," jelas tokoh muda NU ini.
Baca juga: Isu Kudeta Menguat, Yenny Wahid Putri Gus Dur Minta Sesepuh PKB Ingatkan Cak Imin
Baca juga: PKB Gaduh, Kursi Cak Imin Digoyang Ratusan Kader PKB, Mirip AHY dan Moeldoko
Sebelumnya, sejumlah kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di daerah mendesak untuk Muktamar Luar Biasa (MLB).
Mereka beralasan telah terjadi pelanggaran Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil Muktamar Bali 2019.
Para kader di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) merasa perlu adanya evaluasi lewat MLB.
Terutama untuk menggeser Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dari kursi Ketua Umum PKB.
Bahkan mereka tengah membahas dan memunculkan dua nama untuk menggantikan Cak Imin dari kursi Ketua Umum.

Kedua nama itu adalah Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut dan Putri Almarhum Presiden Abdurrahman Wahid, yakni Yenny Wahid.
"Yenny Wahid atau Menteri Agama untuk mengganti Cak Imin" ujar seorang eks pengurus PKB kepada Tribun Network, Rabu (14/4).
Menurutnya, saat ini sudah terdapat 200 DPC yang menyuarakan untuk mendesak diselenggarakan MLB PKB. Rencananya akan ada pertemuan akbar antar DPC setelah bulan ramadhan.
"Syawal. Tidak enak berantemnya bulan puasa," ucapnya.
Para DPC akan meminta nasehat dari para kiai sepuh untuk menyelamatkan PKB. "Syawal itu DPC-DPC kumpul semua, meminta para kiai sepuh, PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) untuk mengambil alih PKB yang sudah ke luar dari AD/ART partai," ujarnya.
Simak berita lainnya terkait kisruh PKB
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tanggapi Isu KLB, Maman Imanulhaq: Ramadan Bulan Prestasi, Bukan Nebar Hoak dan Iri Dengki.