Berita Nasional
Prabowo Jadi Sorotan Lagi di Tengah Isu Reshuffle Kabinet Jokowi, Beredar Nama Menteri yang Dicopot
Lagi-lagi mencuat kabar reshuffle (perombakan) terhadap Kabinet Indonesia Maju yang bakal dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Juru Bicara Wapres Ma'ruf, Masduki Baidlowi juga membenarkan adanya isu reshuffle kabinet.
"Tentu Wapres sudah rembukan, diajak rembukan oleh presiden," kata Juru Bicara Wapres Ma'ruf, Masduki Baidlowi dalam konfrensi pers secara daring, Senin (12/4/2021) kemarin.
Sementara, terkait pembentukan kementerian baru, Masduki menyebut hal itu diperlukan untuk kepentingan di masa depan.
Baca juga: Siapa Cak Imin Sebenarnya, Ketua Umum PKB yang Isunya Akan Dikudeta, Pernah Dibuat Gigit Jari Jokowi
Baca juga: Jutaan Followers Ustaz Abdul Somad Hilang di Facebook, Dibajak? Ini Penjelasan Tim Media UAS
Baca juga: Perusahaan Bisa Dibekukan Jika Tak Bayarkan THR Kepada Karyawan, Menaker Tekankan Wajib Diberikan
"Saya kira memang investasi itu penting ke depan."
"Tapi pembicaraan (masih) jauh, tidak bisa dibicarakan saat ini karena belum final, masih proses diselesaikan," lanjut Masduki.
Kendati demikian, mengenai reshuffle, Masduki juga mengaku belum memperoleh kabar terkini.
Terlebih mengenai kepastian kapan diselenggarakannya reshuffle kabinet ini.
"Nanti akan ada pembicaraan spesifik antara presiden dan wapres dan kalau semuanya clear baru dibicarakan," lanjutnya.
Daftar Menteri Layak Direshuffle Menurut Survei
Sementara, nama dari beberapa menteri yang layak direshuffle pun sudah berhembus kencang.
Berbagai lembaga survei juga ramai melakukan riset mengenai siapa saja menteri yang layak untuk direshuffle.
Satu di antaranya mengenai riset yang dilakukan oleh Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO).
IPO pun telah mengeluarkan daftar menteri-menteri dengan kinerja paling memuaskan.
Ada pula daftar menteri dengan kinerja mengecewakan hingga layak reshuffle.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengungkapkan daftar ini dalam diskusi bertajuk "Evaluasi Kabinet dan Peta Politik 2024".