Cerita Andre, Mantan Gepeng Terjaring Beberapa Kali Hingga Bekerja di Dinsos Kota Jambi
Kedua orang tuanya telah meninggal, dan ia harus menyambung hidup sendiri.
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Banyak cerita yang tak semua orang sanggup merasakan di balik kerasnya hidup tanpa keluarga, dan pekerjaan.
Andre, seorang mantan gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang kemudian keluar dari zona itu.
Andre merupakan anak bungsu, dari dua bersaudara.
Kakaknya tidak lagi mengurusi hidupnya.
Kedua orang tuanya telah meninggal, dan ia harus menyambung hidup sendiri.
Ia mengaku, masih memiliki keluarga dari belah ayahnya.
Namun ia enggan menceritakannya.
Andre sempat bersekolah, dan menamatkan pendidikan SMP-nya di Palembang.
Kemudian ia mencoba mengadu nasib ke Jambi.
Hal yang terbesit dalam benaknya, yaitu ia bisa mendapatkan pekerjaan, dan tentunya pundi-pundi rupiah dalam genggaman.
"Dari Palembang ke sini numpang mobil fuso sampai di (Kota) Jambi Paal 10, ya sebatang kara lah. Ya cari kerjaan pertama kan," kata Andre mengawali ceritanya.
Saat pertama kali sampai di Kota Jambi, ia tidur di Pom Bensin, tidur di rumah makan.
Setelah itu ia mulai mengikuti orang perorangan yang melakukan kegiatan 'ngamen'.
Sekitar tempat ia bermukim saat itu memang banyak ditemui pengamen.
Pengamen-pengamen itu mengajaknya mengikuti aktivitas mereka.
"Pernah ketangkap (oleh tim Dinsos Kota Jambi) sekali, balik lah ke Palembang," sebutnya, melanjutkan cerita itu.
Setelah sampai di Palembang, ia kembali ikut ajakan orang penjual kerupuk ke Kota Jambi.
Sesampainya di Kota Jambi ternyata ia ditinggal oleh orang si penjual kerupuk tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/cerita-andre-mantan-gepeng-terjaring-beberapa-kali-hingga-bekerja-di-dinsos-kota-jambi.jpg)