Breaking News:

Berita Bungo

Dana Replanting Sawit di Bungo Naik, Ini Beberapa Persyaratan yang Perlu Diketahui Petani

Berkaca dari tahun sebelumnya, agaknya pemerintah kesulitan untuk mencapai target itu, sebab ditahun lalu hanya 60 hektar lahan yang bisa direplanting

Tribunjambi/Muzakkir
Kabid Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Bungo Heri Setiawan 

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Program replanting sawit di Bungo kurang diminati. Padahal program ini sangat baik untuk diikuti.

Pada 2021 ini, Kabupaten Bungo mendapatkan alokasi sekitar 1.500 hektar lahan untuk direplanting. Jumlah ini masih sama dengan tahun sebelumnya.

Berkaca dari tahun sebelumnya, agaknya pemerintah kesulitan untuk mencapai target itu, sebab ditahun lalu hanya 60 hektar lahan yang bisa direplanting. Lahan itu hanya untuk satu kelompok tani.

Sebenarnya, program ini sangat sayang jika dilewatkan, sebab pemerintah akan membantu dana sekitar Rp 30 juta untuk satu hektar lahan yang di replanting. Jumlah ini naik dibandingkan dengan beberapa tahun silam.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bungo melalui Kabid Perkebunan, Heri Setiawan menyebut jika sejak tahun 2020, dana replanting naik Rp 5 juta.

"Sebelumnya hanya Rp 25 juta perhektar. Sekarang menjadi Rp 30 juta," kata Heri belum lama ini.

Diungkapkan Heri, ada beberapa alasan kenapa petani enggan mengikuti program replanting ini, pertama karena mereka takut tidak bisa mencukupi kebutuhan atau gaya hidup yang biasanya mewah menjadi berkurang.

Kemudian mereka tidak punya penghasilan lain selain sawit yang ada saat ini.

"Itu faktor utamanya. Karena butuh waktu lama untuk mendapatkan hasil panen baru pada sawit yang di replanting saat ini," ungkap Heri.

"Jadi mereka ragu-ragu untuk ikutan program ini," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Muzakkir
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved